Skip to main content

Atik


Langkah dan tubuh mungilnya tak lelah untuk terus melindungi orang yang disayangnya. Membawa sosok yang diamanahkan kepadanya kemanapun dia pergi dan memastikan sosok itu baik-baik saja sampai di rumah. Wajanya memperlihatkan kelelahan, tapi ia masih berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. adiknya berlari kesana-kemari, bermain pasir. Ia pun dengan sabar menunggunya, sesekali mendekati adiknya untuk memastikan tak ada yang membuatnya tak nyaman.
“Atiiik” teriak ibunya yang berjualan sate di pinggir jalan tak jauh dari tempat boat yang membawa kami ke Gili Trawangan bersandar.
Atik menoleh, “Bawa adikmu pulang” kata ibunya sambil terus membakasr sate yang tinggal satu porsi.
Atik berlari membujuk adiknya pulang, si kecil yang masih asik bermain sepertinya sudah puas bermain dan sudah mengerti apa yang dimaksud kakaknya, dia pun beranjak dan bergelayut di pelukan kakaknya.

Dengan tubuh mungilnya bermandi peluh, Atik mengangkat adiknya lalu menaruhnya di keranjang sepedanya. Si kecil hanya diam menuruti apapun yang dilakukan kakaknya seakan mengerti tugas dan kewajiban kakaknya. Seolah berusaha meringankan beban kakaknya. Wajah lelah si kecil terlihat jelas, apalagi Atik. Atik memutar sepedanya, membawa adiknya yang masih diam di keranjang.
Mengayuh sepeda menuju rumah, membawa adiknya di depan sepedanya, Atik harus mengayuh lebih berat. Kulit legam dan peluh tak lagi menjadi alasan untuk tidak menjalankan tugasnya.
Sekelebat kisah itu membuatku tersadar bahwa mas kecilku jauh lebih tak ada beban dibanding dengannya. Dengan orang tua yang tak pernah memberikan beban apapun meski adikku setahun lebih muda dariku, aku sangat bahagia ketika itu. Masa dimana tak perlu banyak berfikir untuk melakukan sesuatu, tak ada beban, hanya keikhlasan yang kami punya ketika itu. Bisa mengatakan tidak ketika tak sesuai dan menjalankan segalanya sesuai kata hati tanpa harus mempertimbangkan hal lain disekitar.
Ingin rasanya kembali ikhlas menjalankan semuanya seperti gadis kecil itu, tak banyak mengeluh dan semua akan indah.



Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...

Yant Sorghum, Pioneer Budidaya dan Olahan Sorgum di NTB

  Sorgum merupakan sebuah tanaman lahan kering yang kaya manfaat. Namun, tanaman ini kurang dibudidayakan karena dirasa kurang menjanjikan. Sorgum  ( Sorghum bicolor (L .) Moench ) termasuk famili Graminae (Poaceae )   ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, tapi tidak banyak yang memanfaatkannya. Bahkan di Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga tidak banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya. Tanaman ini tidak sulit dibudidayakan sebab merupakan tanaman lahan kering yang cocok dengan lahan pertanian yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok. Namun, karena hanya biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tidak banyak petani yang membudidayakannya.     Peluang ini dilihat oleh Ibu Nur Rahmi Yanti. Seorang penyuluh pertanian lulusan Universitas Mataram ini memulai pengembangan budidaya sorgum di Lombok. Melihat manfaat sorgum dan ingin mencari sesuatu yang baru untuk diproduksi, Ibu Yanti mencoba untuk mengembangka...