Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

3 hati

Bertemu dengan seorang yang terlihat sombong dan angkuh pada kesan pertama. Kami bertemu secara tidak sengaja di Udayana. Aku yang waktu itu bertemu dengan teman yang pernah akan mencarikan kos untukku dan si Mas ini berada di sana juga. Kami hanya kenal sekilas dan tak pernah lagi bertemu setelah itu. Tanpa diduga, kami dipertemukan kembali di Kantor Cabang Selong ketika aku ada pertemuan. Melihat wajahnya, ada bayangan yang bekelebat tentangnya. ‘kayak pernah lihat, dimana ya?’ Ingatanku kembali pada malam itu, malam ketika kami dikenalkan oleh Anggi. Kuhampiri cowok dengan hem kuning dan celana kain yang sedang duduk sambil merokok di depan pintu depan kantor. “Temennya anggi ya?” tanyaku to the point. “Iya, temennya anggi yang ketemu malem-malem itu ya?” ternyata dia masih inget. Aku mengangguk. “Ngapain disini?” tanyaku. “Nggak ada, maen aja. Jadi sopir nih” atasannya yang berada di sampingnya Cuma senyum-senyum. Masih kucoba mengingat siapa namanya tapi tak be...

Hanya aku

Masih belum ada yang berubah sampai hari ini. dinginnya masih belum cair. Kebekuan hatinya masih belum bisa kuketahui. Terjebak dalam sebuah perasaan yang tak pasti, mungkinkah ini hanya sebuah harapan semu yang bahkan tak bisa untuk terwujud. Menunggu sesuatu yang tak pasti dan merefleksikan dalam sebuah rasa yang tak menentu. Bahkan sampai hari ini,detik ini masih saja ada keraguan. Ragu untuk melangkah maju atau mundur dan tak berani menanyakan tentang rasa yang ada dalam dirinya. Rasa yang mungkin aku takut untuk mengetahuinya, aku bahkan belum siap untuk kemungkinan terburuknya. Kemungkinan yang tak pernah kuharapkan dan belum siap untuk kuterima. Mengapa aku selalu sulit untuk mengungkapkan apa yang ada di hatiku? Mengapa terlalu sulit?terlalu sulit untuk diungkapkan karena tak ada signal yang cukup kuat darinya. Kedewasaan dan tanggung jawabnya membuatku tak kuasa untuk menahan rasa yang mungkin seharusnya tak kumiliki. Merasa bodoh atas rasa ini, merasa kerdil dengan ke...

Mimpi Tak Seharusnya Menguap

Ku masih terdiam, menghayal. Memberi warna di kehidupanku dengan mimpi dan cita. Tanpa masa depan, takkan pernah ada keinginan dan takkan pernah ada usaha. Menyesali apa yang sudah terjadi itu tak berarti, tapi bermimpi tanpa berusaha itu juga sama tak berartinya. Membuka laptop, menghidupkannya. Memandangi layar untuk beberapa saat. Masih menerawang mimpi dan asa yang bergelayut di benakku. Banyak bayangan berkelebatan yang muncul satu persatu memenuhi otakku, berdesakan mendapatkan ruang terbanyak. Semakin lama, semakin ada yang tersisih dan kumulai menemukan apa yang sebenarnya kuharapkan untukku dan orang-orang yang kusayangi. Mulai kutulis satu persatu apa yang ingin kucapai. Mimpi menjadi penulis, impianku sejak duduk di bangku sekolah. Semua orang bisa menulis, semua orang bisa membuat sebuah rangkaian kata, tetapi tidak semua bisa jadi penulis. Penulis bukanlah bakat, tapi keinginan untuk berbagi.Berbagi cerita, pengalaman hidup dan belajar dari apa yang dialami orang lai...

Berani Hidup maka Hiduplah dengan Berani

Perjalanan menuju gili lampu yang cukup panjang tak membuat jenuh karena pemandangannya yang tak pernah  menjemukan. Hamparan sawah di kaki gunung yang menampakkan keangkuhannya. Sepanjang perjalanan, decak kagum dan syukur yang terucap dari mulut kami. Namun, perhatian kami tiba-tiba tertuju pada sebuah pemandangan yang tak biasa di depan kami. aku yang menjadi penunjuk jalan yang pertama kali memperhatikan sebuah pemandangan aneh di depanku. Dua orang anak muda mengendarai sambil membawa dua karung rumput. Entah mereka bersaudara atau tidak, dua anak laki-laki itu menyita perhatianku yang sedang menikamti pemandangan. Pandanganku tertuju pada mereka. Seorang pemuda yang lenih dewasa darinya mengendarai motor dengan membawa dua kerung rumput. Satu karung rumput ditaruh di depan sedangkan satu karung lagi ditaruh di belakang. Seorang anak kecil sekitar delapan atau sembilan tahunan memeganginya, duduk paling belakang. Laki-laki kecil itu duduk di ujung belakang jok motor, b...