Skip to main content

Berkenalan dengan Pemantik bersama Read Aloud




Menjadi salah satu pengurus Read Aloud Lombok membuat saya bisa banyak belajar. Belajar dari orang-orang yang hebat dengan berbagai latar belakang pendidikan, tapi memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan literasi anak-anak. 

Read Aloud Lombok berada di bawah Read Aloud Indonesia yang merupakan komunitas yang mengajak orang tua untuk membacakan buku anak-anaknya setiap hari. Membacakan buku nyaring merupakan cara untuk bisa membuat anak suka dengan buku, suka dengan buku yang akhirnya tertarik dengan buku. Membacakan buku bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Meski hanya 10 -15 menit sehari, kalau dilakukan dengan konsisten, pasti akan berbuah cinta buku pada anak. 

Mmebacakan nyaring merupakan salah satu cara membaca yang menarik sehingga anak suka dibacakan buku yang berujung pada paham makna dari buku yang dibacakan untuknya. Membacakan nyaring tidak hanya aktifitas membacakan dan mendengarkan, ada  interaksi tanya jawab, imajinasi dan kedekatan orang tua dan anak. Membacakan nyaring memiliki banyak manfaat baik untuk kecerdasan anak, juga untuk membentuk karakter.

Berdasar dari konsentrasi Read Aloud dengan literasi, kali ini Read Aloud Indonesia melakukan kerjasama dengan PSPK yang membuat paltform berbasis web untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi anak-anak secara mandiri. Platform tersebut bernama Pemantik. Dapat diakses melalui link web pemantik.or.id

PEMANTIK (Pengukuran Mandiri Literasi dan Numerasi PSPK) merupakan perangkat asesmen untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi anak usia 6-12 tahun. Asesmen PEMANTIK dapat digunakan untuk mengukur tahap literasi dan numerasi anak, sehingga diharapkan dapat menjadi acuan perencanaan pembelajaran yang sesuai tahap kemampuan anak.

Pemantik sudah digunakan di beberapa daerah oleh sekolah untuk diambil manfaatnya. Kali ini, Read Aloud Indonesia melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan melalui zoom meeting terkait kerjasama ini. Saya menjadi perwakilan RA daerah di Lombok untuk mengikuti sosialisasi tentang kerjasama RAI dengan PSPK untuk menggunakan Pemantik di RAI. Kami diberitahu bagaimana pemantik ini bekerja dan bagaimana komunitas bisa menggunakan data yang didapatkan sebagai bahan diskusi bersama orang tua untuk kemampuan literasi anak menjadi lebih baik. Anak-anak akan mengerjakan beberapa soal dengan tingkatan tertentu sehingga dapat diukur kemampuan literasi numerasinya. 

Orangtua si anak bisa menetahui kemampuan literasi numerasi anaknya, sedangkan komunitas bisa melihat rata-rata tingkat lietasi numerasi anak-anak yang menjadi contoh. Hal ini untuk mengetahui tingkat literasi anak-anak berdasarkan bebeapa kriteria yang sedang diteliti sehingga bisa mendapatkan kesimpulan dari contoh yang ada. Misalnya anak-anak yang memiliki literasi numerasi rendah ternyata rata-rata dari kalangan ekonomi ke bawah atau mungkin dari orang tua yang bekerja. Ini hanya perumpamaan. Dari hasil tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat kebijakan atau kegiatan peningkatan literasi numerasi anak.

Pemantik ini bisa dimanfaatkan berbeda dengan ANBK. Kalau ANBK hanya diambil contoh acak, tapi kalau menggunakan pemantik bisa digunakan untuk mengukur keseluruhan data sehingga bisa mengetahui kemampuan anak di suatu komunitas atau sekolah. Sekolah banyak menggunakan aplikasi ini karena bisa digunakan untuk keseluruhan siswa yang ada di sekolah tersebut sehingga mendapatkan data yang lebih lengkap dan menyeluruh. 

Hasilnya bisa digunakan sebagai bahan sharing bersama komunitas tersebut dan menemukan solusi untuk hal tersebut. Pemantik sebelumnya sudah digunakan untuk beberapa sekolah untuk bisa menemukan beberapa fakta terkait kemampuan literasi numerasi dikaitkan dengan latar belakang siswa yang terjadi di sekolah tersebut. Oleh karena itu, sekolah bisa menjadikannya bahan diskusi untuk  bisa meningkatkan kemampuan literasi numerasi anak didiknya.   

Berbeda dengan sekolah, komunitas mungkin menjadikan ini sebagai bahan sharing bersama orang tua yang anaknya terlibat dalam sample  dan menjadikan ini sebagai refleksi bagi orang tua untuk bisa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak. Komunitas juga bisa  membuat kegiatan yang dapat membantu mereka yang literasi numerasinya rendah akibat beberapa faktor sehingga bisa lebih baik. Komunitas RAI ingin memiliki dampak nyata untuk bekerja sama dengan orang tua untuk bersama menjadi lebih baik. 

Pemantik ini bisa digunakan ketika Read Aloud Indonesia sudah memiliki akun, kemudian RA daerah yang akan mengumpulkan data anak yang akan disurvey yang akan direkap oleh RAI. RAI yang akan melakukan upload data di web yang nantinya hasilnya dapat dilihat dalam bentuk excel yang juga dapat diakses oleh RA daerah. 

Setelah dua jam dijelaskan banyak hal tentang teknis yang akan dilakukan atas kerjasama ini, kami pun mengakhiri pertemuan online dengan bahagia. Kami tidak sabar untuk mencoba mengaplikasikannya karena ternyata pemantik ini sangat bermanfaat dan kami ingin segera mengaplikasikannya.

Nanti akan saya ceritakan kelanjutan dari kegiatan ini ya :)


_Catatan belajar Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Menapaki Sembalun, dari Kondangan sampai Sajang Retreat

    Minggu pagi, selepas sholat Subuh, kami menyusuri jalanan Mataram menuju Lombok Timur untuk memenuhi undangan rekan kerja Ayah di Sembalun . Jalanan masih sangat lengang. Belum ada aktifitas yang ramai kecuali pasar. Pasar selalu menjadi tempat paling ramai di pagi hari.  Udar sejuk mengiringi perjaann menuju ke lembah Gunung Rinjani yang menjadi tujuan pendakin bukit maupun gunung. Bukit-bukit di sekitar Rinjani sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi bagi yang belajar mendaki. Sebelum mendaki Gunung Rinjani, ada bukit Anak Dara , Bukit Gedong , Bukit Pergasingan , Bukit Sempana , Bukit Kondo , Bukit Bao Daya yang bisa dicoba bagi pemula atau yang memang tidak suka bermalam, tapi ingin menikmati keindahan dari atas bukit.  Meninggalkan desa di lereng bukit menuju ke hutan alami dengan monyet di sepanjang jalan yang mencari makan. Kebiaasaan orang lewat memberi mereka makan membuat mereka sering merebut makanan. Hutan yang mereka tinggali tak l...