Skip to main content

Literasi Keuangan di Rumah Peradaban Pagutan Mataram

 Tanggal 22 Juni 2023 lalu Rumah Peradaban kembali mengadakan kegiatan yang terbuka untuk umum. Melihat antusias anak-anak yang mulai menurun membaca buku juga sebagai upaya mengisi kegiatan memulai liburan sekolah, kami Pengelola Rumah Peradaban ingin membuat sebuah kegiatan yang unik dan menarik. 

Mbak Winda memililiki konsep kegiatan untuk membuat edukasi Literasi Keuangan untuk anak-anak yang juga diperbolehkan untuk anak-anak dari luar kompleks untuk bisa ikut. Selain untuk menambah teman, juga sebagai ajang untuk meluaskan informasi tentang Rumah Peradaban juga sebagai ajang menambah teman dan silaturahim. Kak Vici Handalusia, dosen FEB Universitas Mataram bersedia menjadi narasumber kegiatan kali ini. 

Seorang narasumber kenalan Mbak Winda sudah bersedia mengisi materi. Konsep sudah mantab disiapkan oleh Mbak Winda, penyelenggaraan kegiatan pun dibantu oleh Mbak Ika. Alhamdulillah kegiatan terselenggara dengan lancar meski tentu tidak sempurna. 

Berikut beberapa kegiatan yang kami lakukan:

  • Peserta kegiatan datang dan registrasi pukul 15.00 -15.30 WITA.
  • Peserta yang datang boleh bebas membaca buku Rumah Peradaban. Ada yang baca sendiri, ada yang minta dibacakan karena belum bisa baca.
  • Pembukaan kegiatan dilakukan pada pukul 16.00 WITA. 
  • Bercerita dan quiz siroh untuk menambah pengetahuan siroh adik-adik peserta juga sebagai saran untuk mereka makin tertarik baca siroh dengan manfaat yang dimilikinya. 
  • Sholat Ashar berjamaah dilakukan ketika sudah masuk waktua Ashar
  • Pemaparan Materi tentang Bijak Mengalola Uang diberikan oleh Kak Handa ketika semua sudah selesai sholat. 
  • Adik-adik sangat antusias karena diajak bermain games dan role play sepanjang materi disampaikan. 
  • Ada gift diberikan oleh Kak Handa yang berani maju Kak Handa melakukan role play. 
  • Selesai kegiatan, kami juga bagi-bagi hadiah bagi yang bisa menjawab quiz siroh dari Kak Venti, Pengelola Rumah Peradaban Pagutan.
  • Kegiatan ditutup dengan membuat celengan sederhana dari botol bekas, kertas origami dan sticker sebanyak 3 buah celengan yang masing-masing dapat digunakan untuk menyisihkan uang sedekah atau berbagi, menabung dan belanja kebutuhan.
  • Sebelum pulang, kami bagikan donat kentang dan susu untuk adik-adik sebagai ucapan terimakasih.



Kak Handa sedang menjelaskan apa saja yang bisa digunakan dengan uang yang kita miliki

Kak Handa sedang mengajak adik-adik mengelompokkan mana kebutuhan dan mana keinginan

Membaca buku siroh yang ada di Rumah Peradaban memang selalu menyenangkan. 

Ada sesi bernyanyi bersama Tante Nia untuk bijak menggunakan gawai juga lho


Adik-adik usia TK mendapatkan printable pengenalan uang





Membuat celengan sederhana dari Botol Bekas dan Kertas Origami

Pengenalan tentang Mengelola oleh Kak Handa


Berkisah Siroh dari Kak Venti


Kegiatan ini terselenggara juga karena ada beberapa donatur yang selalu siap berkontribusi untuk kegiatan sederhana ini. Jazakumullah khoiron katsiron semua yang sudah terlibat di kegiatan ini.

Meski sederhana, tapi memberi kesan bagi adik-adik yang datang ke Rumah Peradaban. Setiap akhir kegiatan, selalu makin membuat mereka tertarik untuk lebih mengenal siroh, mengenalkan siroh kepada anak-anak lain. MasyaaAllah...

Ditunggu kegiatan lain di Rumah Peradaban ya, teman-teman:)

Semoga bermanfaat :)

Barokallohu fiikum

_Cerita Rumah peradaban Pagutan Mataram_


Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...