Skip to main content

Teman itu Rezeki, Sampai juga di Desa Teratak, Batukliang karena Wakaf Buku

 Wakaf buku adalah sebuah gerakan yang dilakukan serentak oleh teman-teman Spirit Nabawiyah Community untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang tidak bisa membeli buku dan tidak tahu siroh untuk bisa membaca buku siroh terbitan Sygma Daya Insani.

Mengapa harud diwakafkan? Sebab tidak semua tahu siroh, bahkan saya pun baru belajar siroh lebih banyak ketika menjadi Ibu. Sadar kalau anak-anak butuh mengetahui sejarah Islam dengan lebih dalam maka akan mendapatkan banyak hikmah untuk menanmkan tauhid dan menjadi bekal mereka bijaksana dalam menyikapi setiap permasalahan. 

Anak-anak memiliki teladan yang baik tentang kisah yang baik di masa lampau yang memiliki prestasi hebat untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas apa yang Allah takdirkan. Karena nyatanya perjuangan Nabi, Rosul dan Para Sahabat untuk berdakwah dan mempertahankan aqidah itu tidak mudah. Bahkan sangat berat. 

Sekarang ini, kita hidup di zaman yang berbeda dan dengan perjuangan yang berbeda dengan mereka. Namun, keteguhan hati dan kesungguhan untuk menegakkan agama Allah SWT yang perlu dicontoh dari mereka. Mereka yang berjuang lebih sulit saja masih teguh pendirian, apakah kita tidak malu di tengah banyak kemudahan ini?

Selain itu, orientasi pada uang yang terus digaungkan dan sudah menjadi mindset membuat anak-anak tidak memiliki tujuan untuk bermanfaat bagi sesama. Orientasi mereka adalah menjadi kaya, tapi tidak diberengi dengan semangat untuk bermanfaat bagi sesama. Mindset inilah yang perlu diperbaiki. Sebagai hamba, kelak hidup kita akan dipertanggungjawabkan. Bukan hanya untuk hidup dengan baik, tapi juga apa yang bisa kita lakukan untuk sekitar kita. 

Itulah mengapa diadakan wakaf buku siroh di SNC oleh serempak SNC ers di seluruh Indonesia yang diberikan kepada lembaga, yayasan, sekolah, rumah baca, rumah singgah ataupun TPQ yang berkomitmen untuk menyampaikannya dan juga Rumah Peradaban yang ada tersebar di 700 titik lebih di Indonesia. Harapannya, semua anak muslim mengenal Allah dan Rosulullah melalui buku sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi mereka. Memiliki kemampuan literasi yang baik adalah fondasi utama yang wajib dimiliki setiap muslim seperti yang Allah SWT tuntun melalui turunnya Al Qur'an. Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rosulullah memerintahkan untuk membaca. 

Oleh karena itu, kami rombongan keluarga Besar SNC yang ingin menularkan kebaikan menjadi gelombang yang terus mengalir menjadi lebih besar tanpa putus dengan niat mencari ridho Allah SWT tak lelah untuk mengajak lebih banyak orang untuk wakaf buku. Wakaf buku siroh yang merupakan pelengkap dalam belajar Al Qur'an. Anak-anak menjadi memiliki teladan nyata yang berakhlaq mulia yang kelak kita harapkan syafaatnya di yaumil akhir. Kalau tidak kenal dengan Rosulullah, bagaimana bisa mendapatkan syafaatnya?

Itulah yang membuat pejuang wakaf semangat untuk menebarkan ajakan wakaf buku. Saya adalah salah satu yang mengambil peran sebagai pejuang wakaf karena ingin bisa menebarkan lebih banyak buku siroh di Lombok. Lombok adalah pulau kecil yang mayoritas muslim, banyak perpustakaan tapi masih sangat banyak yang sulit mengakses buku apalagi suka dengan buku. Galang wakaf buku saya fokuskan untuk di Lombok sehingga makin banyak adik\-adik di Lombok yang bisa membaca buku siroh dan atas izin Allah, dipertemukan dengan banyak sekali orang-orang hebat karena SNC.

Meski galang wakaf saya mulai melambat, tapi setiap kali diri ini merasa sedang tidak semangat galang wakaf, Allah SWt kirimkan pesan untuk kembali meluruskan tujuan. Ada saja yang menitipkan dana untuk wakaf buku dan Allah ingatkan melalui grup teman-teman SNC kalau niat karena Allah SWT kenapa harus lelah? Biarkan Allah SWT yang mengatur semuanya, berusaha dan terus bergerak sebisa mungkin. 

Sampai akhirnya atas izin Allah SWT saya melihat postingan Perpustakaan Sahabat Harmain yang ada di sebuah Masjid di Desa Teratak, Batukliang, Lombok Tengah. Mereka aktif mengadakan kegiatan bersama anak-anak dengan membaca, memberikan pelatihan Bahasa Inggris Gratis juga kegiatan seru lainnya. Saya pun langsung jatuh hati, menetapkan untuk mengirim buku ke daerah tersebut yang ternyata pengeloanya adalah pasangan suami istri yang hebat. Saya mengetahui keduanya dari sosial media karena sering membuat kontent yang inspiratif dan memang concern dengan literasi dan dongeng. Kak Azizah adalah seorang penulis yang memiliki kegiatan mengajak banyak orang bisa menulis dan mengadakan kegiatan berbagi kisah inspiratif juga bersama suaminya, Kak Mahmud yang merupakan seorang pendongeng. Mereka berdua mampu mengajak pemuda sekitat untuk menghidupkan Masjid dan membuat kegiatan yang seru dan menyenangkan untuk anak-anak sehingga dekat dengan buku.

Saya berniat mengantarkan buku wakaf sendiri untuk bisa bertemu Kak Azizah dan Kak Mahmud. Sebenarnya kami janjian sore agar saya juga ingin jalan-jalan ke Masjid yang ada perpustakaannya. Namun, qodarullah hari itu suami ada beberapa kepentingan mendadak soal kantor meski sedang cuti. Kami pun akhirnya menjelang maghrib baru bisa berangkah sehingga sampai di lokasi sudah agak larut. 

Tadinya, kami juga akan mengantarkan Buku wakaf titipan dari teman SNC lain ke perpustakaan lain di Kecamatan itu yang diasuh oleh Kak Randa. Namun, karena terlalu malam saya putuya putuskan untuk menitipkan saja di Kak Azizah dan Kak Mahmud. Selain karena daerah tersebut masih banyak kebun, takut juga mengganggu kalau bertamu terlalu larut. 

Sampai di kawasan Desa Teratak, kami disambut dengan hawa sejuk dengan jalan yang lebih menanjak. Kami janjian bertemu di rumah Kak Azizah karena beliau sedang hamil sehingga tidak dapat bertemu di Masjid. Tempat tinggal mereka begitu sejuk dengan banyak kebun. Suasana malamnya pun syahdu dengan tidak banyak lampu, jauh dari hiruk pikuk kota yang tak pernah istirahat meski malam hari. Tenang dan nyaman rasanya berada di sini. 

Saya disambut dengan senyum dan keikhlasan sepasang anak muda hebat ini. Meski baru bertemu, tapi kami rasanya sudah akrab karena mereka memperlakukan saya seperti kakak sendiri. Mereka menyambut dengan sangat hangat seperti keluarga sehingga saya pun nyaman dan senang. MasyaaAllah. Kami sempat sedikit bercerita dan ternyata esok hari mereka akan ada kegiatan bersama anak-anak di Masjid sehingga buku wakaf dari kami akan dibawa kesana sebagai pelengkap kegiatan. 

Barokallohu fiikum, 






Sehari setelah mangantar buku wakaf, saya dikirimkan kegiatan adik-adik di Perpustakaan Sahabat Harmain yang menggunakan buku Sains Qur'an untuk Read Aloud. MasyaaAllah terharu rasanya. Buku bisa dibaca dan dihargai adalah sebuah kebahagiaan bagi kami. Amanah wakiif tidak disia-siakan, amanah wakiif disampaikan dan dimanfaatkan yang semoga kebaikan mengalir kepada mereka yang tulus memberikan yang mereka miliki untuk bisa melihat anak-anak disana bisa membaca buku berkualitas

_Cerita Venti_

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...