Skip to main content

Weekend di Anema Resort Gili Lombok

Weekend merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu. Ayah libur, mereka berharap bisa berjalan-jalan sekedar hanya berkeliling kota atau melipir ke luar kota. Namun, ternyata liburan kemarin Ayah dan teman-teman piknik sudah merencanakan untuk stay cation menginap di Anema Resort Lombok Utara.

Kami, lima keluarga yang sering piknik bersama stay cation di beberapa tempat termasuk kemping bersama kali ini memilih kawasan di dekat Pantai Sire. Pantai Sire merupakan salah satu pantai yang banyak dikunjungi di daerah Lombok Utara karena ombaknya yang landai dan pemandangannya yang masih alami. 

Tak seperti pantai di kawasan Senggigi yang sudah sangat ramai, daerah Pantai Sire tidak terlalu banyak pengunjung karena biasanya hanya pengunjung dari daerah setempat saja. Saat berkunjung ke pantai ini, lebih leluasa untuk bermain dan bisa membawa bekal sendiri karena tidak banyak penjual. Ada beberapa tempat duduk yang terbuat dari kayu dan bambu yang disediakan untuk pengunjung.

Pantainya bersih dan tentu ada tempat bilas dan sholat yang sederhana bisa digunakan dengan membayar sekitar Rp 5.000,- untuk bilas, buang air dan wudhu. 

Resort tempat kami menginap masih satu kawasan di Pantai Sire, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Satu-satunya resort yang ada disana yang tidak terlihat seperti penginapan dari luar karena jalannya pun belum aspal. Gerbang masuknya pun tidak terdapat jelas tulisan Anema Resort. Sampai di parkiran yang berbatas tanaman hidup dan masih berupa tanah, barulah terlihat ada bangunan seperti penginapan.



Mengusung konsep alami, penginapan ini langsung berhubungan dengan Pantai. Lobi dibuat terbuka dengan ruang tunggu unik dengan sofa berwarna putih tulang dipadukan dengan meja kayu etnik yang tidak banyak ornamen. Hijau, biru, putih berpadu sangat cantik di kawasan penginapan ini.

Kami lima keluarga memilih jenis kamar yang berbeda kali ini. Biasanya kami memilih satu jenis kamar yang sama agar bisa lebih dekat satu sama lain. Anak-anak lebih suka kamar berdekatan sehingga bisa bebas bermain. Namun, karena tidak cukup kamar yang kami pilih, akhirnya kami pun membagi kamar.

Ada beberapa tipe kamar yang ditawarkan, Junior Suite, Villa with Ocean View, Villa with Privaate Pool dan Family Villa with Private Pool. Kami berlima mendapatkan jenis kamar yang berbeda. Saat itu pengunjung cukup ramai sehingga tidak bisa memilih kamar dengan tipe yang sama untuk bisa lebih dekat. Banyak orang yang melakukan stay cation karena penginapan memberikan potongan harga selama pandemi.

Dua keluarga di Junior Suite yang harga normalnya sekitar Rp 650.000/kamar menjadi Rp 450.000,-/ kamar. Kami berada di bangunan paling belakang dekat parkiran. Junior Suite ada dua tipe dengan harga berbeda. Kamar bagian bawah harganya lebih hemat karena pemandangannya tembok dengan kolam kecil di depannya. Sedangkan kami mendapatkan kamar di bagian atas sehingga pemandangan pohon kelapa menjadi lebih menyegarkan mata. Kamar tipe ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Satu tempat tidur King Bed, kamar mandi dengan bath up,lemari pendingin, balkon dengan bath up luar dan TV proyektor yang menambah nyaman.

Dua keluarga memilih Villa with Ocean View. Pemandangan kolam renang di pinggir pantai membuat lokasi ini sangat disukai. Balkon yang langsung menghadap ke laut membuat siapapun yang menginap dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukkan. Kamar ini memiliki fasilitas dua king bed, kamar mandi yang luas dengan bath up, lemari pendingin, TV dan balkon yang luas untuk menikmati suasana pantai menjadi lebih sempurna. Tarif menginap di kamar ini yang seharusnya berkisar Rp 800.000 menjadi Rp 600.000. 

Satu keluarga lagi memilih Family Villa with Private Pool karena membawa serta ibu orang tua. Villa jenis ini tarifnya dari Tp 1.600.000/ hari menjadi Rp 800.000/hari. Fasilitasnya pun cukup lengkap dengan dua king bed, kamar mandi yang luas dengan bath up, meja dan kursi makan di bagian luar kamar, tempat duduk lebar di pinggir kolam renang dan lemari pendingin yang besar cocok untuk keluarga besar. 

Pilihan kamar didasarkan pada kebutuhan sehingga kami pun memilih untuk menyesuaikan dengan keadaan keuangan dan kebutuhan kami. Namun, tetap tak mengurangi kebersamaan karena semua kegiatan hanya untuk istirahat sejenak dari kepenatan selama bekerja dan dirumah aja. Sebagian besar dari kami ibu rumah tangga penuh sehingga jenuh menjadi musuh kami sehari-hari. 

Kami bersyukur memiliki suami yang mengerti dan memberi ruang pada kami untuk melepas penat tanpa memikirkan pekerjaan rumah sejenak. Bapak-bapak bisa berkumpul dengan teman-temannya, Ibu-Ibu bisa ngobrol santai tanpa memikirkan kerjaan rumah sedangkan anak-anak pun senang bermain bersama teman-teman. Semuanya senang, semuanya nyaman. 





Kolam renang yang luas disediakan di pinggir pantai. Kolam renangnya pun ada untuk anak dan ada untuk dewasa dengan batas pemisa yang cukup lebar sehingga tidak khawatir melepaskan anak-anak bermain, tapi tetap dengan pengawasan. Anak-anak pun bebas bermain di pantai karena persis di pinggir pantai. Pasir dan air adalah dua hal yang sangat disukai anak-anak.

Orang tua bisa mengawasi anak-anak di pinggir kolama atau di resto yang ada di samping kolam. Mengawasi anak-anak sambil menikmati hidangan dan pemandangan yang indah. Perpaduan yang sangat harmoni.









Sebagai tambahan informasi, kalian bisa juga kalau ingin menyeberang ke Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan melalui resort ini.

Selamat berlibur. Yuk ke Lombok :)

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...