Lebaran kedua di masa pandemi. Lebih ketat dari tahun lalu, lebaran kali ini sepertinya banyak yang sudah mulai silaturahim. Bukan hanya karena memang sudah new normal, tapi seperti balas dendam lebaran tahun lalu yang sama sekali tidak bisa saling mengunjungi dan semua serba terbatas. Masih ada beberapa orang yang sangat menjaga untuk tidak saling bersalaman, tapi sebagian besar sudah lebih santai menanggapinya. Beraktifitas dengan tetap memperhatikan untuk mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Saya adalah salah satu dari segelintir yang lebih santai menghadapinya. Kami beberapa kali melakukan stay cation bersama teman dekat atau keluarga inti saja dengan tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan. Kami bukan mengabaikan, tapi kesehatan jiwa juga perlu dirawat agar tiadk menjadi boomerang untuk masalah yang lain. Rencana menyeberang pulau harus kami kesampingkan karena pandemi. Cuti besar si Ayah yang memang terjadi pada saat pandemi membuat kami justru bisa mengalihkannya...
berbagi rasa, berbagi cerita dari istri dan ibu dua anak. Semoga bermanfaat..