Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Program Wakaf Buku Akhir Tahun

Literasi merupakan salah satu hal yang saya suka sejak kecil. Orang tua menjadi contoh bagi saya untuk mencintai literasi. Bapak terbiasa membelikan buku setiap kali pulang kerja dan mamak suka membaca majalah sambil menunggu kami belajar saat itu. Buku menjadi salah satu prioritas bagi saya dan menjadi sangat suka membeli buku. Saat menjadi ibu, buku menjadi salah satu komponen yang menjadi pertimbangan untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Saya memutar otak bagaimana bisa mendapatkan buku untuk anak-anak. Menemukan beberapa penerbit yang menjual buku anak berkualitas menjadi sangat menyenangkan bagi saya. Sampai akhirnya saya bertemu dengan sekelompok penjual buku yang akan mengadakan wakaf buku untuk beberapa sekolah dan rumah baca yang membutuhkan. Saya pun teringat pada seorang teman yang menceritakan tentang sebuah tempat belajar anak-anak yang didirikan besama beberapa teman karena melihat keterbatasan ekonomi di daerah itu dan mengurangi kemaksiatan yang terjadi akibat me...

Renovasi Rasa

 Rasanya satu bulan ini lama sekali. Rasa ingin pulang terus menggelayut meski tahu kalau akan butuh waktu yang lama.  Setelah lima tahun memutuskan untuk mandiri, kembali ke rumah mertua rasanya begitu berat. Awalnya bahkan sampai kena mag karena berfikiran terlalu berlebihan. Banyak ketakutan yang tergambar, meski hal itu belum terjadi. Penyakit asam lambung memang selalu identik dengan psikis yang terlalu berlebihan. Selalu ada kecemasan setiap kali datang ke rumah ini. Pernah ada yang tidak menyenangkan, pernah ada yang tak mengenakkan di hati. Rasanya begitu melekat membuat trauma. Namun, kucoba menepis segala anggapan itu. Mencoba menjalaninya tanpa banyak kecemasan. Menjalaninya dengan niat berbakti pada orang tua yang sedang berkejaran dengan waktu untuk bisa berbakti. Doa untuk bisa kuat menjalaninya. Semoga dilancarkan untuk segala urusan agar segera selesai sesuai perkiraan. Karena nyatanya tiga bulan itu bukan waktu yang sebentar untuk menumpang. Tiga bulan bukan w...

Weekend di Anema Resort Gili Lombok

Weekend merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu. Ayah libur, mereka berharap bisa berjalan-jalan sekedar hanya berkeliling kota atau melipir ke luar kota. Namun, ternyata liburan kemarin Ayah dan teman-teman piknik sudah merencanakan untuk stay cation menginap di Anema Resort Lombok Utara. Kami, lima keluarga yang sering piknik bersama stay cation di beberapa tempat termasuk kemping bersama kali ini memilih kawasan di dekat Pantai Sire. Pantai Sire merupakan salah satu pantai yang banyak dikunjungi di daerah Lombok Utara karena ombaknya yang landai dan pemandangannya yang masih alami.  Tak seperti pantai di kawasan Senggigi yang sudah sangat ramai, daerah Pantai Sire tidak terlalu banyak pengunjung karena biasanya hanya pengunjung dari daerah setempat saja. Saat berkunjung ke pantai ini, lebih leluasa untuk bermain dan bisa membawa bekal sendiri karena tidak banyak penjual. Ada beberapa tempat duduk yang terbuat dari kayu dan bambu yang disediakan untuk pengunjung. Pantainya ber...

Semangka dan Tomat Belakang Rumah

 Tak ada yang pernah tahu datangnya rezeki. Sering datang tanpa diduga disaat yang sangat dibutuhkan.  Sama seperti kami saat mendapati belakang rumah penuh dengan pohon tomat bunga. Orang Suku Sasaak, Lomok menyebutnya Tomat Jamak. Entah apa namanya, tapi banyak yang bilang kalau tomat tersebut enak untuk membuat sambal. Tomat yang sekarang semakin jarang ditemui tersebut membuat anak-anak cukup bersemangat dan senang melihatnya. Lahan di belakang rumah Selong ini saat puasa kami gunakan sebagai dapur darurat dengan ditutup terpal berukuran 2m x 3m. Saat masih digunakan untuk masak, kami sering tanpa sadar membuang tomat busuk, cabai busuk dan biji semangka. Membuang air cucian beras di tempat kami mencuci piring dan memasak membuat biji-bijian yang tanpa sengaja terbuang tersebut tumbuh subur. Setelah satu bulan lebih, ternyata biji yang tanpa sadar terbuang itu tumbuh subur. MasyaaAllah Tabarokallah Allah Maha Pemberi Rezeki. Sungguh rezeki yang benar-benar tak terduga. Kam...

Sudut Pandang Bapak

 Pandemi mengubah banyak hal, termasuk rencana-rencana manusia yang tentunya lebih baik karena ketetapanNya. Qodarullah, Kakung yang rencana cuti hanya 2 minggu ternyata terhambat PPKM. Tiket pesawatnya 3 kali dibatalkan karena tidak ada penerbangan. Kakung jadi lebih lama di Lombok bersama anak cucunya.  Tentu saja kami ingin beliau bisa mencari rezeki selamanya disini, tapi Allah masih memberikan jalan untuk beliau bisa bekerja di tempat yang jauh untuk melihat betapa luasnya bumi Allah SWT. Beliau yang di usia yang tak muda masih semangat bekerja, masih bisa melihat bumi Allah SWT di bagian lain dan mencari bekal mendapat ridhoNya dari jalan mencari nafkah ikhlas dan halal untuk keluarga. Sempat mempertimbangkan berhenti menjadi Konsultan jalan tol dan mencoba usaha di rumah saja, tapi merasa tidak ada keahlian yang bisa dikerjakan selain pekerjaanya sekarang. Itulah yang membuatnya belum yakin untuk berhenti dari proyek yang membawa beliau bertugas jauh dari keluarga. Usia...

Pink Beach, Selatan Lombok Timur yang masih Tenang

 Liburan sekolah kali ini, berbeda dengan liburan yang biasanya. Pandemi masih belum berakhir dan waspada tetap harus dilakukan. Meski kami tinggal di luar Pulau Jawa dan Bali yang sedang terjadi banyak lonjakan kasus, tapi alangkah bijaksana kalau tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan travelling.  Untungnya di Lombok banyak tempat yang tidak ramai dikunjungi apalagi di hari kerja. Kami pun mencoba salah satu wisata pantai yang tidak terlalu ramai dikunjungi. Jaraknya yang cukup jauh dari kota karena berada di bagian selatan Pulau Lombok bagian timur, pantai ini menyimpan keindahan yang alami. Meski sudah beberapa kali kesana mengantar teman, tapi tak pernah bosan untuk mengunjunginya. Pantai Sekaroh atau Pantai Pink di Jerowaru, Lombok Timur adalah tujuan kami berjalan. Jalan menuju Pantai Pink sudah bagus, tidak seperti saat saya masih sering kesana mengantar teman-teman sekitar tahun 2012-2013. Jalanan yang berbatu dan berdebu terbentang panjang sekitar 12 km da...

Hotel di Pinggir Pantai Senggigi yang Asik untuk Berenang

 Pandemi yang belum berakhir membuat orang tua yang memiliki anak-anak sedikit putar otak untuk bisa memenuhi pengalamannya mengekspolre dunia luar. Apalagi si Sulung sedang suka sekali berenang dan ingin belajar berenang. Tentu untuk mengikutsertakan pada les renang rasana tidak mungkin untuk saat ini karena kasus terinfeksi virus kini semakin banyak.  Salah satu cara yang sudah kami lakukan sejak pandemi adalah dengan berenang di Hotel. Kami mencari informasi tentang hotel yang memiliki kolam yang cukup luas dan suasananya menyenngkan. Tempat yang luas dan memungkinkan untuk melakukan jaga jarak menjadi bahan pertimbangan tersendiri.  Kami mencari informasi melalui mesin pecari google. Ada beberapa hotel di kawasan Senggigi yang pernah kami kunjungi untuk bererenang dan bisa dijadikan sebagai pilihan untuk berenang sambil menikmati suasana pantai, tapi tetap bisa menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan. 1. Killa Senggigi Beach Hotel yang cukup terkenal di Senggigi...