Skip to main content

Kotak MainStream Kado Ulang Tahun Nada

Tak terasa, sudah 6 tahun saja si Sulung, mengingatkan kalau umur kami tak lagi muda. Introspeksi diri, muhasabah diri sebagai orang tua. Sudahkah menjadi lebih baik, bukan membandingkan dengan orang lain, tapi membandingkan dengan diri sendiri. Tahun ini menjadi tahun yang mau tidak mau, kita harus lebih dekat dengan diri dan keluarga. Tahun dimana banyak orang mendapatkan ujian. 

Biasaya, setiap ulang tahun kami merayakan kecil-kecilan dengan keluarga inti. Mbahnya anak-anak dan sepupu-sepupunya. Namun, kali ini kami tidak mengadakannya karena pandemi dan Mbahnya sudah tidak memungkinkan lagi diajak keluar rumah. Kami pun memutuskan membelikan mainan edukatif padanya. Selain untuk menambah kesibukan belajar di rumah yang kadang tidak semangat, dia pun bisa belajar da bertemu teman baru.

Hadiah dari Bundanya berupa mainan Building City Block. Mainan balok kayu geometri yang bisa mengasah imajinasi dan keratifitas bermain. Sejak dulu memang setiap membeli mainan, kami selalu mempertimbangkan manfaatnya. Apakah punya manfaat jangka panjang? Apakah bisa dimainkan dengan bermacam cara? Apakah lebih awet bisa dimainkan dalam waktu panjang? Selain memang emak pengen irit ga terus-terusan beli mainan (eh), kami juga membiasakan untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak hanya memenuhi keinginan, tapi juga membeli sesuatu yang bermanfaat untuk jangka panjang. Berhubung kami punya dua anak, kami juga mempertimbangkan untuk bisa dimainkan bersama.


Building city block ini ada huruf dan angkanya. Sebenernya ini Emaknya pun suka memainkan saat me time. Seperti kembali ke masa kecil, punya mimpi bisa mengatur kota atau membuat miniatur rumah impian.


Ini untuk si adek belajar motorik halus memasukkan benda sesuai bentuknya. Meskipun kadang dibungkus di plastik jadi jual-jualan, tapi sesekali dia mau belajar main yang bener. Kadang disusun jadi menara dan seneng kalau bisa sampai tinggi. Awalnya memilih bentuk yang disusun untuk menaranya random, lama kelamaan bisa memilih bangun sejenis.

Tentu si adek nggak boleh ketinggalan, dong. Do'i pun dapet kecipratan mainan edukatifnya. Balok susun hijaiyah dan balok geometri untuk melatih motoriknya dengan memasukkan balok sesuai bentuk, mengurutkan dari yang tinggi ke yang rendah sekaligus belajar warna. 

Bedanya, mainan si adek mainan lokal sedangkan si Mbak mainan import. Jelas terlihat ya beda penampakannya. Mainan import juga lebih rapi dan lebih eye catching. Namun, tidak mengurangi kemanfaatnnya. Semua bermanfaat dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Mereka kadang menggunakannya untuk jadi kue, jadi kereta api, jembatan, suka-suka mereka dengan kreatifitas mereka.

Kami juga masih menggali minat bakat anak-anak kami, mencoba banyak cara bermain dan belajar untuk tahu metode yang tepat untuknya. Menurut beberapa literasi yang saya baca, menecoba beberapa permainan dan metode membersamai tumbuh kembang mereka penting untuk tahu yang mana yang sesuai dan membuatnya nyaman. 

Melihat salah satu postingan teman, akhirnya kami pun membeli kotak MainSTREAM batch 7 yang kami lihat di Instagram. Ada banyak permainan yang ada dalam satu kotak dan mendapatkan kelas zoom untuk setiap pembelian kotak mainan. Kami melihat isi kotak kali ini menarik karena si Sulung sedang suka dengan eksperimen. Temanya adalah busa warna, pelangi warna dan percampuran warna dengan tabung reaksi lengkap dengan rak tabung dan pipetnya. Banyak pilihan tema permainan yang dihadirkan dalam satu kotak berisi Science, Technology/Tradisional, Engineering, Art and Mathematics.

Kelas dibagi menjadi kelas untuk kelompok usia 3-6 tahun dan kelompok umur 7 - 12 tahun. Hal itu dimaksudkan untuk memberi materi sesuai kemampuannya karena sebelum percobaan dimulai, selalu ada materi awal. Kelompok Manggis untuk umur 3 - 6 tahun. Kelas umur 7 - 12 tahun dibagi menjadi dua kelas yaitu pagi dan sore karena mungkin pagi banyak yang melakukan kegiatan sekolah. Kelas online ini pun tidak diwajibkan, boleh ikut, boleh tidak. Bagi yang tidak ikut tentu tidak akan dimasukkan ke grup whatsapp.

Kelas Manggis memiliki jadwal kelas setiap hari Selasa dan Kamis pukul 09.30 WIB yang berarti di Lombok jam 10.30 WITA. Nada sangat antusias ingin mengikuti kelas onlinenya saat melihat isi kotak mainStream yang datang di awal bulan November setelah ulang tahunnya berlalu. Kami bilang ini kado ulang tahun, lebih bermanfaat daripada mainan.

 Ada beberapa tema yang bisa dimainkan dalam satu kotak MainStream batch 7 ini yaitu Harmonikaku, Bola Cokelat, Manik Matematika, Warna Ajaib, Lapisan Pelangi, Busa Warna dan Tangkap Bola.

Semuanya menyenangkan. Meski sering ke bolak-balik Mataram Lombok Timur, tetap bisa ikut kelas online meski pernah di dalam mobil saat kelas Harmonikaku dan Tangkap Bola yang merupakan Art dan Teknologi sederhana. Sehari sebelumnya, penyelenggara menginformasikan alat dan bahan yang akan digunakan di kelas esok hari. Ada alat bahan yang tinggal ambil dari kotak MainStream dan ada yang harus disiapkan di rumah. Biasanya alat bahan yang disiapkan di rumah yang memang sudah ada seperti gunting, pulpen, dan air. Pada hari kelas dimulai, link zoom akan dishare 30 menit sebelum kelas dimulai.

Pembuatan Harmonikaku dengan dua stik eskrim yang diikat dengan karet, tengahnya diberi kertas untuk rongga udara dan sebuah kertas sepanjang stik es krim untuk getaran suara yang ditiupkan. Melukis harmonika menjadi seni, sedangkan membuat harmonika adalah teknologi sederhana. 

Teknologi sederhana yang lain adalah membuat tangkap bola menggunakan kertas origami, tali dan kertas alumunium foil. Kertas origami dibentuk seperti keranjang diikat dengan tali yang dihubungkan dengan alumunium foil yang dibuat seperti bola. Seru sekali mereka dibuat oleh Kak Akas (pemandu permainan) yang merupakan penyelenggara kelas Rumah MainStream.

Permainan yang paling seru dan dinanti tentunya menggunakan tabung reaksi, pipet dan tabung reaksi dong.

Percobaan migrasi warna dengan menggunakan tissue. Air yang berwarna akan merambat melakui tissue mengisi tabung reaksi yang kosong kemudian bercampur dengan warna dari tabung yang lain membentuk warna baru. Belajar pencampuran warna dengan cara yang unik dan asik.


Kali ini, Nada belajar tentang warna ajaib dari air rendaman bunga telang. Anak-anak diajak untuk mengamati dengan air panas, air dingin dan air biasa, manakah yang lebih cepat menghasilkan warna. Setelah itu, air rendaman bunga telang dicampur dengan beberapa cairan lain seperti cairan lemon, cuka, sabun cuci piring, air susu, air madu, air gula dan boleh dicoba untuk cairan yang lain. Ada beberapa yang tidak berubah warna, ada juga yang berubah menjadi ungu seperti saat air bunga telang dicampur dengan air cuka.

Reaksi tersebut merupakan reaksi asam basa. Meski anak-anak belum bisa dijelaskan secara mendetail reaksi kimianya, mereka bisa mengingat kalau akan ada perubahan warna saat air bunga telang dicampur dengan larutan yang bersifat asam, makan akan berubah. Saya pun berusaha menyelipkan sedikit pengingat kalau ini semua adalah Kuasa Allah. Banyak hal yang kita tidak tahu menjadi tahu dan banyak ilmu yang harus kita pelajari di dunia ini. Jadi bisa sekalian belajar tauhid kan ya :)

Kelas yang tidak kalah seru adalah saat percobaan busa warna. Reaksi kimia berupa busa yang dihasilkan dari asam sitrat yang dicairkan dengan baking soda dalam air berwarna membuat anak-anak menjadi sangat antusias. Mencoba dengan ditambahkan cairan sabun cuci piring untuk mengetahui perbedaan reaksinya dengan warna air yang berbeda membuat mereka semakin gembira. Tentu dengan pengawasan orang tua sambil berdiskusi. Meski Kak Akas juga menjelaskan, tapi beberapa anak perlu penjelasan lebih detail seperti Nada. Jadi, Emak tetap harus tahu dulu sebelum percobaan ini karena banyak pertanyaan yang pasti akan terlontar dari si Sulung yang sedang memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Inilah keseruan kelas Rumah MainStream. Anak senang, Ibu pun senang. Anak belajar, Emak pun juga belajar. 

Kado ulang Tahun yang Bermanfaat, bukan?

Comments

Popular posts from this blog

Barima (Membaca Nyaring Bersama) Menjadi Ajang Silaturahmi Member Lora di Perpustakaan dan Taman Baca

  Barima bersama adik-adik SDI Bidayatul Hidayah di Perpustakaan Kota Mataram Barima di Perpustakaa Kota Mataram bersama Member Lombok Read Aloud Barima di Pusda Lombok Timur Read Aloud Lombok menjadi komunitas kedua yang membuatku kembali menemukan rumah. Mendapati teman-teman yang luar biasa di dunia nyata, mendapati teman-teman yang punya semangat bermanfaat yang tak kenal lelah membuat saya semakin semangat.  Barima, Membaca Nyaring Bersama menjadi ajang kumpul para member Lombok Read Aloud di Perpustakaan. Ada di Perpustakaan Daerah di Lombok Timur dan Perpustakaan Kota di Mataram. Setiap dua kali dalam satu bulan, kegiatan tersebut rutin dilakukan.  Tujuan kami adalah mengajak lebih banyak orang tua untuk membacakan buku pada anak-anaknya, merasakan manfaat membaca nyaring untuk peningkatan minat baca anak, literasi anak dan bonding dengan anak. Manfaat membaca nyaring bisa dirasakan lebih banyak orang, bisa menyebarkan kebaikan ke lebih banyak orang dan yang pentin...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...