Skip to main content

Tinggal Sebulan

Prediksi dokter, tinggal kira-kira awa November atau kurang lebih sebulan lagi bayi yang ada di rahimku akan lahir. Kami sudah disibukkan dengan persiapan perlengkapan bayi dan menata ulang kamar kami agar nanti nyaman untuknya saat menjadi bagian dari penghuni kamar ini. Segala persiapan dibantu mertua dan orang-orang terdekat kami dengan memberikan masukan sedang dalam proses.

Selain persiapan, banyak cerita tentang pengalaman melahirkan yang kudapatkan dari mereka yang pernah merasakannya bermacam-macam. Bukan membuatku menjadi takut, tapi paling tidak aku sudah punya banyak referensi tentang pengalaman melahirkan. Dari cerita melahirkan normal yang mudah sampai cerita melahirkan yang harus melalui induksi dan proses vakum agar bayi cepat keluar.

Mulai dari ibuku sendiri yang menceritakan pengalaman melahirkanku yang paling mudah kemudian melahirkan adik keduaku yang harus didorong oleh bidannya karena kehabisan tenaga mengurusku yang baru berumur setahun hingga susahnya melahirkan adik bungsuku yang harus menunggu seharian dari bukaan satu hingga proses melahirkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kelancaran dan kemudahan saat melahirkan mulai dari perlakuan saat hamil, asupan makanan dan kegiatan yang dilakukan saat masa kehamilan kata ibuku. Saat hamil anak pertamanya, yaitu aku, ibuku masih aktif olah raga dan didampingi nenek yang terus memaksanya makan beberapa makanan untuk melancarkan saat melahirkan yaitu kuning telur ayam kampung mentah dan madu. Namun, semua berbeda ketika melahirkan anak kedua karena umurku belum genap dua tahun dan masih butuh banyak perhatian orang tuaku jadi ibu agak kecapekan mengurusku dan tak sempat olah raga seperti saat hamil anak pertama. Lain anak kedua, melahirkan untuk ketiga kalinya juga sangat berbeda dan kata ibuku yang paling sulit yang mungkin karena usia ibu yang sudah tak muda lagi.

Berbeda dengan ibuku, cerita lain datang dari kakak ipar yang melahirkan dua anaknya dengan jalan operasi caesar. Zaman sudah berubah, sekarang sudah banyak cara melahirkan seperti water birth dan operasi caesar yang banyak dilakukan orang. Bukan karena dari awal memang ingin melahirkan caesar, kakak iparku tak pernah merasa ada mulas pada kandungannya meski sudah melewati Hari Perkiraan Lahir dari dokter ditambah kata dokter air ketubannya banyak merembes jadi sudah tinggal sedikit jadi ia pun memutuskan untuk melakukan operasi untuk keselamatan bayi pertamanya.

Banyak cerita pengalaman melahirkan dan saran yang diberikan padaku dari mereka yang kukenal lama maupun yang baru kukenal. Sampai saat ini pun aku masih terus berdoa dan berusaha untuk bisa melahirkan secara normal meski suami terkadang memintau untuk operasi saja dengan alasan lebih aman dan aku tak merasakan sakit saat melahirkan. Entah apa yang ada dalam fikirannya, tapi kami selalu berbeda pendapat setiap kali membahas tentang proses persalinanku nanti. Mungkin dia terlalu khawatir atau takut melihat aku kesakitan, tapi aku selalu berusaha meyakinkannya kalau aku akan terus berusaha dan berdoa untuk bisa melahirkan secara normal seperti yang seharusnya. Allah sudah memberikan jalan yang terbaik untuk bayi terlahir kedunia dan pasti Dia akan memberikan jalan pula bagi yang mau berusaha dan berdoa padaNya. Aku yakin itu, seperti kata seorang sahabat, "banyak-banyak meminta padaNya karena Ia paling suka diminta dan pasrahkan semuanya insyaAllah bisa,"

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...