Skip to main content

Sampai sekarang masih menanti

Tak pernah kuduga akan sampai juga di titik ini. Perkenalan setahun yang lalu berawal dari candaan itu, sampai juga di titik ini. Titik yang kuharapkan, tapi tak pernah berani kubayangkan. Titik dimana kupikir hanya sebuah angan saja. Meski belum ada kejelasan, dekat dengannya pun aku sudah bahagia.
Perjalanan hubungan kami berjalan sangat lambat, tak ada progress selama setahun penuh. Jalan kayak kereta api butut yang kehabisan bahan bakar. Lambat dan datar. Hanya sesekali kami berhubungan dengan bahasan umum dan gombalan datar. Tak ada tanda-tanda akan menuju ke arah yang lebih baik. Tak ada yang berani memulai hingga akhirnya aku pun memberanikan diri menghubunginya terebih dahulu, hal yang sebelumnya tak pernah kulakukan. Namun, niatku hanya ingin dekat dengannya, itu sudah cukup kalau memang kami tak bisa menjalin hubungan seperti yang kuharapkan.
Sosok kakak yang ada dalam dirinya yang selama ini kuinginkan, cukup hanya bisa dekat dengannya. Namun, satu persatu kenyataan membuatku berfikir lagi untuk melanjutkan perjuangan. Seseorang mengaku kenal dengannya, bahkan cukup akbrab. Meski tak ada hubungan, tapi kedekatan mereka hampir mendekati pasangan kekasih. Ia pun menceritakan pertengkaran hebat mereka yang berujung pada ketidak baikan hubungan mereka. Dari ceritanya menyiratkan kalau sosok yang kukagumi itu menyukainya. Seketika aku pun berniat untuk menghentikan langkah mendekatinya, tak ingin lagi lebih dekat dengannya. Entah apa yang kurasakan, aku pun tak mengerti. Kalau hanya menganggapnya kakak kenapa harus menjauh ketika ia menyukai orang lain? Tapi aku sadar kalau aku mulai jatuh hati padanya.
Ditambah dengan beberapa kegiatan di jejaring sosialnya yang terlihat sedang melakukan obrolan dengan gombalan yang sama dengan yang ditunjukkan padaku. Aku pun semakin ragu dengannya.
Hingga beberapa bulan aku pun tak menghubunginya, tapi rasanya hampa tak ada dia. Aku pun memutuskan untuk mengikuti kata hati. Kalaupun dia tak memiliki rasa seperti yang kurasakan, menjadi sahabatnya pun cukup untukku. Yah walaupun dia sering gombal, tapi bukan berarti itu jujur dan menunjukkan tanda bahwa dia memiliki rasa yang sama denganku.
Dan, semua berjalan begitu saja sampai akhirnya kami benar-benar dekat sejak mengurus berkas-berkas untuk masuk kerja. Dia sering mengantarku dan menjengukku di kos. Weekend jadi sering bertemu dan hubungan kami pun lebih intens (titik ini) meski tak ada komitmen untuk hubungan kami. Dingin dan tertutupnya membuatku masih belum mengerti benar siapa dia. Dan entah akan kemana hubungan tanpa status ini.
Kami dekat, tapi nggak saling mengikat dan mengekang. Hanya mencoba untuk mengerti satu sama lain saja dan mencoba mengerti tentangnya. Mencoba memahami pribadi unik yang berbeda sepertinya. Dan aku bahagia meski hanya seperti ini.

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...