Skip to main content

Smile...^_^

Alhamdulillah masih diberikan banyak nikmat sampai detik ini, terutama nikmat hidup. Hidup dengan berani dan berani hidup. Hidup itu juga perlu keberanian, nyatanya banyak orang yang nggak berani hidup yang akhirnya memilih untuk bunuh diri dan kita adalah orang-orang yang masih diberikan nikmat untuk menjalani hidup.

Hidup dengan berani dan berani hidup.

Hidup itu seperti apa yang kita fikirkan. Kalau kita menilainya tidak baik maka ketidak baikanlah yang akan selalu kita rasakan, tapi kalau hidup dinilai sebagai sebuah kesempatan untuk berbuat lebih banyak manfaat dan mengambil manfaat dari kehidupan itu sendiri maka seperti itulah yang terjadi. Seperti kata orang bijak kalau kebahagiaan bukan terletak pada memperoleh yang terbaik tapi bagaimana kita mensyukuri apa yang kita peroleh sebagai yang terbaik. 

Teori tak semudah kenyataan, memang benar. Saya pun merasakan hal yang sama. Terkadang merasa kurang, iri, ingin lebih, ingin ini, ingin itu, nafsu manusia selalu menjadi alasan dalam setiap kekurang bersyukuran itu. Namun, setiap kali nafsu itu mulai menguasai, ingat padaNya menjadi penawarnya. Selalu mencoba untuk mencari penyeimbang dari setiap kekeliruan agar tak terperosok. Sadar kalau semua yang ada adalah kehendakNya menjadi obat mujarab menyembuhkan penyakit hati yang sering muncul.

Tersenyum, wujud cerminan syukur dan ibadah yang paling mudah yang selalu bisa dilakukan. Jalani hari dengan senyum, awali hari dengan senyum dan akhiri hari dengan senyum. Senyum bukan hanya sekedar menarik otot mulut lebih lebar atau sedikit menampakkan gigi, tapi senyum adalah cerminan dari hati. Senyum akan menunjukkan bagaimana kita memandang suatu hal dan menyikapinya. Senyum akan menunjukkan seberapa tulus. Senyum menunjukkan seberapa syukur. Senyum menunjukkan seberapa ikhlas. Senyum adalah makna. Makna dari setiap apa yang telah diperbuat.

Maka sahabat, mari tersenyum. Nikmati dan syukuri apa yang sudah kita dapatkan dan berikhtiar atas sebuah  cita dan asa dengan senyum. Semoga senyum membawa manfaat...^_^

Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...