Skip to main content

Kangen Capinkrowo


Kangen bareng kalian kawan-kawan yang sudah setahun lebih tak pernah bisa menyapa secara langsung. Kalau denger kabar dari kalian, rasanya pengen pake pintu kemana sajanya doraemon biar langsung nyampe di Ngampin, tertawa lepas bersama kalian. Melakukan banyak hal bersama kalian, melakukan kegilaan bersama kalian, tapi saya harus segera bangun dari mimpi. Ada yang menepuk pipi saya, “hei”
Saya baru sadar, kalau nggak mungkin bisa seperti itu. Saya harus memulai hal baru di tempat yang baru dengan teman-teman yang baru. Mungkin karena belum banyak teman, makanya rasanya sepi. Biasanya kalau ada kalian, kita bisa jalan-jalan, nongkrong di mushola, nggrebek rumah orang, ngabisin makanan atau sekedar jalan-jalan ke pangsar. Kadang ada rasa sesal ketika tidak memanfaatkan waktu bersama kalian sebaik-baiknya.
Ingatkah waktu kita spontan bikin rencana ke Sido Mukti? Ingatkah kalian waktu kita nonton pasar malem Cuma nongrong di bawajh tiang bendera pangsar trus pulang lewat jalan baru? Bikin kerusuhan, godain orang pacaran di tempat sepi sepanjang pinggir jalan baru? Ingatkan kalian waktu kita sengaja maen ke pameran malah Cuma foto-foto? Ingatkan kalian waktu kita bikin acara buat karang taruna untuk pertama kalinya? Ingatkah kalian waktu kita sengaja nongkrong di musholla sampai lama, ngobrol kesana-kemari baru pulang? Ingatkan kalian waktu kita nggak jadi pergi ke Keteb gara-gara motornya kurang? Padahal udah dari pagi berencana, trus malah jaidnya nonton film di rumah Ika?
Lucu kalo inget kebersamaan kita, lucu kalo inget kekonyolan kita yang nggak bisa lagi tertuliskan. Meskipun jauh, tapi kalian selalu ada di hati, semoga kalian nggak lupa sama aku, tapi masih bisakah kita seperti dulu lagi nanti suatu saat kita ketemu lagi?





Comments

Popular posts from this blog

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Kegiatan Rumah Peradaban Pagutan Bersama Read Aloud

 Rumah Peradaban adalah sebuah wadah yang difasilitasi oleh Spirit Nabawiyah Community untuk lebih banyak orang mengenal siroh melalui buku. Melalui buku, anak-anak bisa belajar banyak hal. Selain memahami isi buku yang dibaca, membawa buku melatih kesabaran, melatih berfikir kritis, melatih menyimpulkan setelah membaca yang berarti bisa memasukkan unsur bijaksana, melihat banyak sudut pandang juga memiliki wawasan yang lebih luas.  Membaca kini sudah tersingkirkan sejak adanya gadget yang membuat anak-anak bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Ditambah ketika pandemi, semua harus melalui daring bahkan anak-anak sampai diberikan hanphone sendiri sampai kadang terlewat untuk memantau mereka dan memberikan batasan. Akses gadget tanpa batas membuat anak-anak semakin pasif dalam berinteraksi dengan lingkungan.  Melihat fakta dunia anak sekarang miris sekali rasanaya melihat mereka berkegiatan tanpa ada manfaat dengan gadget. Mereka tenggelam dalam kesenangan tanpa ada gera...