Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2020

Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Lihat Rusa dan Kupu-Kupu

 Pandemi membuat banyak orang tidak berani berkumpul dan berkerumun (atau mungkin hanya keluarga kami). Bapak saya yang masih bekerja sebagai konsultan jalan tol di Manado akhirnya mengambil cuti karena lebaran tidak bisa pulang. Meski sedikit sedih karena harus terpisah lebaran kali ini, tapi tetap bersyukur diberikan kesahatan untuk bisa berkumpul. Kami berniat untuk menghabiskan waktu bersama tapi tidak waktu libur dan kebetulan juga Ayahnya anak-anak harus segera mengambil cutinya sebelum kena teguran karena sudah hampir akhir tahun belum ada cuti besarnya yang diambil. Kami memutuskan menghabiskan waktu ke tempat yang sedang menjadi perbincangan yaitu Gunung Tunak.  Katanya, tempatnya bagus, tapi harus menaiki bukit dulu dengan jarak tempuh yang agak jauh. Letaknya yang berada di Lombok Tengah Bagian Selatan yaitu di Desa Pujut. Tepatnya di Jalan Raya Awang, Desa Mertak Lombok Tengah. Lokasi ini cukup jauh dari Bandara, tapi jalannya sudah bagus. Penasaran yang membuat ka...

Pasar Karang Sukun Mataram, tren Baju Bekas

  Menapakkan kaki di Pulau Lombok untuk menetap setelah lulus kuliah ketika itu merupakan pilihan yang tidak mudah bagi saya. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan tanpa teman di pulau kecil yang keindahan alamnya sungguh luar biasa. Namun, tentu saja hal baru pasti akan membuat banyak ketidaknyamanan dan harus dibuat nyaman. Saya akhirnya memilih untuk mempelajari banyak hal baru di tempat tinggalku, di sebuah kampung di Kabupaten Lombok Timur. Kesederhanaan dan keterbatasan penghasilan membuat mereka tidak cukup punya uang sisa untuk memenuhi kebutuhan selain untuk makan. Pakaian bekas menjadi pilihan mereka untuk mencukupi kebutuhan sandang yang harus dipenuhi. Sejak saya kecil sering menjenguk nenek di Masbagik ini, saya tahu banyak orang yang memilih membeli pakaian bekas karena selain harganya terjangkau, modelnya pun tidak kalah menarik. Apalagi baju dari luar negeri itu kebanyakan baju bermerk, jadi meski sudah dibilang bekas tapi banyak warna dan kainn...

KOs, Mbok Emban dan Pak RT

  Kebanyakan masalah kos itu berasal dari anak kos atau keadaan kos itu sendiri. Lain halnya denganku. Kos yang dibagun suami setahun sebelum menikah denganku ini terbilang sudah jadi musuhnya Pak Rt bahkan saat sebelum dibangun. Cerita suami, saat dia izin akan membangun kos, si Pak RT ini agak banyak persyaratan. Jadi intinya dipersulit karena suami juga tidak menjelaskan detailnya pada saya. Namun, suami yang saat itu bertekad bulat dan mantab ingin punya usaha sampingan di tanah yang sudah dibelinya, dia pun tak peduli dengan banyak omongan Pak Rt. Akhirnya, dia membangun kos enam kamar atas bawah. Dibangun di ujung belakang agar bagian depan bisa dibangun rumah tinggalnya nanti kalau sudah berkeluarga. Katanya, itu awal kenapa kos dibuat mepet belakang. Setelah pembangunan kos, Pal RT ternyata mau membuat kos-kosan juga. Kebetulan tanah yang akan dibangun kos persis di sebelah tanah suami membangun kos. Dia pun menggunakan jasa pemborong yang sama dengan kami. Namun, beliau me...