Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Belajar dari Mereka yang Mandiri

  Saya mau cerita sedikit tentang seorang teman atau bosku, saya pun bingung menyebutnya apa. Saya tidak tahu darimana awal mula kenal denganya, seigat saya sudah berteman di sebuah media sosial Facebook. Mbak Asya namanya, menawarkan sebuah bisnis sampingan untuk ibu rumah tangga. Saat itu sepertinya Hafiz Doll dan buku anak super keren yang harganya lumayan menguras kantong. Nah, saya waktu itu kurang tertarik karena selain mau arisan males mikir lama, tapi mau cash lumayan juga. Saat itu, menyisakan uang belanja untuk menabung buku butuh kencangkan ikat pinggang yang ekstra. Mau jadi bisnis menambah uang jajan? Minat baca di Lombok masih belum saya kuasai, apalagi saya hanya pendatang yang tidak punya banyak teman. Tak lama, Mbak Asya menawarkan sebuah bisnis sampingan santai untuk menambah uang jajan anak. Dia punya sebuah usaha advertising yang baru dibangung bersama suaminya dan butuh copy writer freelance. Aku yang memang pada dasarnya suka menulis pun mencoba melamar untuk ...

Belajar dari Sahabat teman Kerja

 Serelah menikah, otomatis banyak hal yang kita alami. Aku banyak belajar dari orang-orang terdekat yang memutuskan untuk menjadi pengusaha seutuhnya. Mereka mengalami cerita hidup yang sangat berwarna. Mereka mengalami pelajaran hidup yang luar biasa. Seorang teman yang dulu sama-sama bekerja di sebuah Bank BUMN bersamaku memutuskan menikah dengan seorang pengusaha dari Jakarta. Mereka langsung berusaha memisahkan diri dari orang tua setelah menikah yang meninggalkan aset pemberian orang tua dan berusaha mandiri. Jatuh bangun merintis bisnis bersama dimulai dari memperbaiki keuangan perusahaan yang saat itu kacau. Kebetulan si istri pandai akuntansi, keuangan perusahaan menjadi lebih rapi dan teratur sejak keberadaannya. Bujang yang kaya akan mimpi itu kini sudah memiliki pendamping hidup yang bisa mengontrol keuangan menjadi lebih teratur. Tahu dimana sebenarnya keadaan finansial mereka. Mereka sama-sama suka mendaki gunung dan menjelajah tempat baru. Mereka suka mengunjungi temp...

Kami Pernah ke Bromo

Rasanya baru kemarin kami berencana mau ke Bromo. Itu pun sebenarnya iseng saat sedang sholat Ashar di Musholla belakang kantor. Saat itu aku yang pertama bilang ingin mengambil cuti ke Jawa. Disambut Tami yang nyeletuk ingin ambil cuti juga. "Ke Bromo asik nih," kataku sambil memasang bawahan mukena. Secepat kilat dengan gaya ngerengek, Tami yang saat itu masih menjadi staff SDM langsung menggelendot ke kaki kananku sambil berkata, "Mau ikut." Kami melepas lelah dan penat saat istirahat dengan cara kami. Ini sering kami lakukan di musholla karena tempatnya sejuk dan nyaman. Karena sudah lewat sholat berjamaah, kami lebih leluasa mengobrol. Beberapa diantara kami malah sengaja tidur di musholla saat istirahat siang meski hanya sejenak. Tak sampai lama, memanfaatkan waktu istirahat siang satu jam untuk mengistirahatkan otak dan badan terutama saat puasa.  Tak lama, Zulfa, sekretaris Pak Pimpinan Cabang datang dengan senyum andalannya. Dia ini tipe orang yang tidak bi...

Ojek Online di Lombok

Beberapa tahun belakangan ini, kota Mataram sudah sangat banyak perubahan. Semakin banyak pusat perbelanjaan dengan merebaknya beragam pilihan makanan dan juga munculnya banyak layanan tansportasi dan kirim barang berbasis daring. Ojek online bagi saya sangat membantu karena tidak banyak angkutan melewati banyak tempat seperti di Pulau Lombok ini. Saya yang masih suka menggunakan angkutan umum sedikit kerepotan kalau mau bepergian karena waktu itu belum punya kendaraa yang bisa saya pakai. Kendaraan yang ada dipakai suami jadi ojek online sangat membantu memenuhi kebutuhan bepergian dan beli makanan saat kepepet. Berikut beberapa Ojek Online yang ada di kota Mataram dan sekitarnya  1. Gojek Ojek Online berbasis aplikasi ini sudah ada di Lombok sejak tahun 2017 sekitar pertengahan tahun menjadi salah satu solusi bagi beberapa orang yang sulit menemukan transportasi umum dan pendatang yang memang belum memiliki kendaraan pribadi. Layanan transportasi berbasis aplikasi ini menjadi pil...

Pertanyaan Anak Pulang Main

 Bermain adalah masa belajar anak-anak usia balita. Bermain adalah dunia mereka karena dalam bermain lah anak belajar banyak hal. Orang tua yang mengerti akan mengarahkan beberapa permainan yang dapat mengasah motorik halus dan kasarnya. Sedangkan bermain bersama teman melatih kemampuan bersosialisasinya. Si Sulung adalah tipe anak yang suka bersosialisasi, suka punya banyak teman dan suka bertemu orang baru. Dia tidak mudah takut dengan orang baru dan mudah berteman. Dia cenderung lebih suka bermain dengan banyak teman dibanding hanya dirumah dengan Bundanya. Berbeda dengan si bungsu yang meski masih umur 2 tahun, main harus ditemenin Bunda nya. Kalau bermain keluar sendiri dengan kakaknya, dia akan cenderung cepat pulang. Berbeda dengan kakaknya yang harus dipanggil saat waktunya pulang. Awalnya, sebagai orang tua tentu saya khawatir dengan pergaulan yang kita tidak bisa kontrol. Mulai dari bicara yang tidak baik, suka marah-marah, membandingkan harta, memamerkan harta bahkan ada...

Kotak MainStream Kado Ulang Tahun Nada

Tak terasa, sudah 6 tahun saja si Sulung, mengingatkan kalau umur kami tak lagi muda. Introspeksi diri, muhasabah diri sebagai orang tua. Sudahkah menjadi lebih baik, bukan membandingkan dengan orang lain, tapi membandingkan dengan diri sendiri. Tahun ini menjadi tahun yang mau tidak mau, kita harus lebih dekat dengan diri dan keluarga. Tahun dimana banyak orang mendapatkan ujian.  Biasaya, setiap ulang tahun kami merayakan kecil-kecilan dengan keluarga inti. Mbahnya anak-anak dan sepupu-sepupunya. Namun, kali ini kami tidak mengadakannya karena pandemi dan Mbahnya sudah tidak memungkinkan lagi diajak keluar rumah. Kami pun memutuskan membelikan mainan edukatif padanya. Selain untuk menambah kesibukan belajar di rumah yang kadang tidak semangat, dia pun bisa belajar da bertemu teman baru. Hadiah dari Bundanya berupa mainan Building City Block. Mainan balok kayu geometri yang bisa mengasah imajinasi dan keratifitas bermain. Sejak dulu memang setiap membeli mainan, kami selalu memper...

Memilih Berenang Aman di Masa Pandemi

Dirumah saja memang bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Bagi mereka yang bekerja mungkin weekend adalah waktu yang tepat untuk istirahat, tapi bagi Ibu Ruamh Tangga yang sudah bergelut denga urusan rumah dan sekolan anak-anak dari rumah, kami merasa weekend adalah waktu untuk refresing. Tentu di masa pandemi seperti ini, piknik menjadi pertimbangan yang tidak mudah. Harus mencari tempat yang tidak banyak orang berkerumun dan tetap bisa menjaga jarak. Beberapa kali Pantai menjadi pilihan kami karena kami bisa menjaga jarak, bisa membawa makan bekal sendiri dan tempatnya terbuka. Namun, pantai sekarang sudah mulai ramai. Anak-anak meminta berenang karena memang sejak pandemi kami jarang berenang. Pilihan berenang di kolam menjadi pertimbangan karena selama ini berenang di pantai terus. Selain cuaca yang sedang tidak menentu, ombak terkadang besar, kami juga ingin berenang yang nyaman, tapi anak senang. Waterboom atau kolam renang umum sepertinya sudah mulai ramai, apalagi hari libur. Kam...