Skip to main content

Cerita Rumah peradaban : Berkisah Sejarah Palestina di TPQ Al A'Raf

 Bismillah...



Setelah 7 bulan vakum, akhirnya Rumah Peradaban kembali bisa berkegiatan. Rencana kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi wacana sebelum Ramadhan, tapi terkendala saya yang harus bolak-balik rumah mertua yang dua-duanya sedang sakit.

Setiap merencanakan kegiatan, terkendala dengan keterbatasan mobilitas karena mertua sakit. Sampai akhirnya nekat mengadakan kegiatan ini karena ada titipan dana donasi kegiatan Rumah Peradaban. Lagi-lagi amanah menjadi cambuk untuk bisa aktif kembali berkegiatan meluaskan kebermanfaatan dari apa yang bisa kita lakukan. Sampaikan ilmu walau satu ayat sebab sejatinya kami terus belajar dari banyak orang yang ada di sekitar kami.





TPQ Al A'raf di daerah Muhajirin 3 Terong Tawah menjadi tempat yang kami pilih dengan berbagai pertimbangan diantaranya ada kegiatan TPQ aktif yang sering dilakukan. Ustadzahnya juga berada di komunitas yang sama dengan kami yaitu, SNC. Beliau memiliki partner yang luar biasa setiap kali mengadakan kegiatan. 

Sampai akhirnya  acara ini terselenggara sedikit mendadak. Ramadhan menjadi momentum yang sulit untuk mengadakan kegiatan di pagi hari karena anak-anak memilih untuk beristirahat, tapi kami tetap berjalan untuk bisa menunaikan amanah dari donatur. 

Sampai hari yang ditentukan, Minggu 24 Maret 2024 kegiatan terlaksana. Mbak Ika, teman SNC yang bersedia menjadi partnerku untuk membuat kegiatan RP yang membuat slide presentasi tentnag sejarah Palestina dan menjelaskan. Ia sudah pernah mengikuti kelas intensive sejarah Islam. 

Tujuan kami adalah edukasi, membuat anak-anak tidak hanya mengenal Palestina sebagai tempat yang digenosida kemudian mengasihani dan donasi saja. Namun, kami berharap mereka bisa menjadi pembela Islam, mungkin mereka lah yang akan bangkit menjadi pembebas Al Aqsa kelak. Besar harapan kami dari mereka yang sekarang masih anak-anak untuk menjadi generasi yang tidak buta sejarah dan memiliki semangat untuk membela agama Allah SWT. 

Keterbatasan kami bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya kami nekat melakukan kegiatan dengan persiapan yang minim. Menghubungi Ustadzah Yuli, pengelola TPQ Al A'raf yang sering mengajak kami mengadakan kegiatan RP dan sellau bersemangat menyambut setiap ide yang kami punya. 

Hari Minggu, 24 Februari menjadi hari yang kami tentukan. Mbak Ika, teman SNC yang tinggal di Lombok sudah satu tahun bersedia mengisi materi yang pernah ia usulkan. Ia mengikuti beberapa kelas intensive sejarah Islam dan belajar banyak tentang sejaran Bumi Syam. Kami berniat membuat banyak orang lebih peduli dengan Bumi SYam dan semoga bisa menjadikan mereka kelak mengambil bagian untuk menolong agama Allah.

Atas izin Allah SWT alhamdulillah, pagi jam 10.00 WITA kami mulai berkumpul di Masjid. Namun, anak-anak tidak sebanyak ketika kami mengadakan kegiatan di luar bulan Ramadhan. Ustadzah mengusulkan untuk membuat kegiatan mendekati buka puasa, tapi saya tidak bisa karena repot rumah kami agak jauh.

Tidak apa, hanya beberapa, yang penting niat kami tersampaikan. Banyak juga belum tentu fokus. Amanah donatur pun bisa tersampaikan. 

Alhamdulillah proyektor dan speaker juga mendukung, memudahkan kami untuk menampilkan slide yang sudah disiapkan Mbak Ika. Ada 39 slide yang ditampilkan untuk mengetahui bagaimana akhirnya Negara tidak berperikemanusiaan itu akhirnya menguasai Palestina yang sebelumnya merupakan tempat yang sangat damai sebagai tempat tinggal 3 agama yaitu Muslim, Yahudi dan Nasrani. 

Bumi Syam yang kini terbagi menjadi 4 negara yaitu Palestina, Yaman, Yordania dan Syiria itu adalah pusat dunia yang diincar oleh banyak pemimpin. Termasuk ketika kekaisaran Romawi dan Bizantium yang pecah menjadi Persia. Mereka juga memperebutkan Bumi Syam yang letaknya ada diantara 3 benua besar. 

Tempat yang semua Nabi dan Rosul pernah melewatinya. Tempat yang banyak Para Nabi dan Rosul yang berdakwah disana, diantaranya 

  • Nabi Ibrahim a.s (hijrah dari Babilonia ke Palestina. Meninggal di Palestina, dimakamkan di samping Bunda Sarah. Nabi Ibrahim berdakwah ke berbagai negara)
  • Nabi Luth a.s (hijrah ke Palestina bersama putri-putrinya kemudian wafat di Palestina)
  • Nabi Ya'qub a.s (lahir di Palestina, berdakwah kemudian kembali ke Palestina. Disini pula Nabi Ya'qub bermimpi ada anak tangga ke langit yang kemudian makhluk bercahaya turun dari langit yang kemudian tempat itu dibangun Bait El atau Rumah Allah yang sekarang merupakan Baitul Maqdis. Baitul Maqdis dibangun di kebun yang dibeli oleh Nabi Ya'qub a.s)
  • Nabi Daud a.s ( Lahir di Betlehem, membangun mihrab tempat ibadah di Baitul Maqdis)
  • Nabi Sulaiman a.s ( tinggal Palestina dan merampungkan pembangunan Baitul Maqdis)
  • Nabi Zakariya a.s ( berdakwah dan lahir di Palestina. Beliau yang memakmurkan Baitul Maqdis yang dititipkan keponakannya yaitu Ibunda Maryam)
  • Nabi Isa a.s (lahir di Betlehem, Palestina. Hijrah ke Mesir, usia 12 tahun kembali ke Palestina untuk berdakwah kepada kaum Hawariyun pada Bani Israil)
Palestina juga menjadi tempat istimewa karena ada buah yang dibutkan dalam Al Qur'an dan hanya bisa tumbuh disana yaitu Buah Tin dan Buah Zaitun. Tempat yang melahirkan banyak ahli ilmu termasuk Imam Syafi'i yang belajar dan berdakwah di Palestina. MasyaaAllah...

Disini Bumi Syam ini pula tempat Rosulullah pernah bertolak untuk Isra' yang sebelum melakukannya sempat mengimami ribua Nabi dan Rosul di Baitul Maqdis. 
Tempat yang istimewa ini pula akan terjadi banyak kejadian akhir zaman seperti pembangkitan Padang mahsyar, Nabi Isa mengalahkan Dajjal juga di tempat ini menurut riwayat.









Alhamdulillah kami bisa menyampaikan juga amanah donatur utnuk membeli takjil dan doorprize kegiatan yang anak-anak terlihat begitu bahagia menerimanya. Bukan nominalnya, tapi kemanfaatan bagi mereka dari apa yang mereka terima. 

_Cerita Venti_







Comments

Popular posts from this blog

Menikmati makan di Tengah Kebun Bambu, rasanya Seperti di Kampung

Siang itu, kami tidak punya tujuan makan siang. Salah seorang dari kami mengajak untuk ke Bonjeruk, begitu tempat makan ini terkenal di kalangan orang-orang. Belum ada diantara kami yang sudah pernah datang untuk makan di tempat yang katanya makanannya cukup khas. Kami mencoba menelusuri menggunakan Gmap dengan petunjuk arah Bonjeruk. Kami menemukan arah menuju Warung Bambu, Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah.  Perjalanan menuju ke lokasi tidak lebih dari 30 menit perjalanan dengan kecepatan sedang. Bagi kami yang sudah tinggal di Lombok, lokasi ini tidak sulit ditemukan, Namun, bagi pendatang yang menjelajah Lombok sendiri mungkin butuh waktu lebih lama karena harus memperkirakan arah. Namun, google map cukup membantu dan akurat menunjukkan lokasi ini.  Ada 2 lokasi Warung Bambu ini. Kami singgah di lokasi cabang dari warung utamanya. Menurut penuturan karyawannya, di lokasi ini warung hanya buka sampai pukul 18.00 WITA, sedangkan di cabang utamanya buka hingga pukul 21.00 WI...

Ujung Pertemuan Kita

Mbak Andin.... Jazakumullah Khoiron Katsiron Persahabatan kita membuat banyak kenangan indah. Persahabatan kita membawa banyak kebaikan. Persahabatan kita membuatku banyak belajar.  Aku tahu betapa kau adalah wanita yang luar biasa. Menghadapi banyak hal dengan selalu husznudzon pada Allah SWT, bertumbuh pantang menyerah untuk menjadi lebih baik. Kau yang mengajarkanku untuk menghadapi banyak hal dengan gagah berani. Sekarang ataupun nanti, semua pasti harus dihadapi.  Aku banyak belajar tentang kekuatan menghadapi darimu. Meski pahit, hadapi saja. Minta pertolongan dan kekuatan padaNya, pasti ini juga akan terlewati.  Terimakasih sudah terus saling menguatkan dan menjadi tempat yang nyaman untuk berkeluh kesah. Tak pernah menyalahkan, tapi memahami. Kau tahu, bersahabat denganmu adalah zona nyamanku. Namun, sekarang aku harus siap untuk keluar dari ini. Bukan berarti persahabatan kita akan berakhir, tapi jarak yang membuat kita tak bisa sering bertemu pasti akan membuka ...

Outbound Aqil Baligh

Usia si sulung sudah 10 tahun. Saatnya kami sebagai orang tua untuk mengenalkan tentang Aqil Baligh. Saat seperti ini, ternyata ada yang membuat sebuah kegiatan yang menyenangkan.  Outbound reflektif aqil baligh yang diselenggarakan oleh Cahaya Bangsa. Sebuah institusi pendidikan yang dididirikan oleh Ustadz Yulhaidir, psikolog anak yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan pada anak, tapi tetap bermakna sehingga kesan yang tertanam akan terus terngiang lekat dengan makna yang terkandung di dalamnya.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di lingkungan sekolah Cahaya Bangsa yang ada di Lenek, Lombok Timur. Bukan pertama kali, kegiatan seperti ini sering diadakan oleh Cahaya Bangsa sebagai cara untuk menjembatani anak-anak kembali mengenal alam, kembali dekat dengan alam untuk mengembalikan kepekaan pada alam.  Saya dan anak-anak berangkat dengan menggunakan engkel, angkutan umum yang ada di Lombok dari Matara sampai ke Lombok Timur. Sebuah kendaraa...