Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2023

Pilihan Sekolah untuk si Ekstrovert dan Introvert

Memilih sekolah bukan hal yang mudah. Memilih tempat menitipkan anak adalah perkara yang rumit.  Bukan tentang seberapa bagus sekolah itu, tapi seberapa anak kita butuh sekolah itu. Sejak awal, memilih sekolah bagi saya bukan tentang bagus atau tidak. Saya melihat visi dan misi sekolah, melihat lingkungan fisik sekolahnya kemudian melihat bagaimana sekolah itu memandang anak-anak. Intinya adalah jangan terlalu tinggi berespektasi karena kecewa itu akan lebih menyakitkan.  Pertimbangan mencari sekolah untuk dua anak itu berbeda, tergantung dari kebutuhan setiap anak. Si sulung misalnya, anaknya suka eksplore, suka main di luar, suka banyak teman dan energi fisiknya tidak pernah habis. Dia tidak sulit beradaptasi. Watak sanguinis membuatnya selalu ceria dimanapun.  Sejak adiknya lahir, ia meminta untuk sekolah. Beberapa kali kerumah Uti di Lombok Timur yang depan rumah ada TK, dia selalu ikut senam bahkan masuk ke kelas. Dia kenal teman banyak dan selalu ceria kalau ada tem...

Berusaha tanpa Henti, Bersyukur tanpa Tapi dari Film "Tegar"

Menonton film Tegar bersama si bungsu pagi ini.... TK adek mengadakan kegaitan nonton bersama sebuah film anak bangsa penguat karakter. Sebuah film yang memberikan banyak makna tentang takdir Tuhan kepada seorang anak. Anak yang dilahirkan dari keluarga berada, tapi tak pernah diberi kesempatan untuk bergaul dengan dunia luar.  Orang tuanya takut banyak yang mencibir dan berbuat jahat karena ketidakberdayaannya. Ibunya mengurungnya dari dunia luar dengan memberi semua fasilitas. Kakeknya lah yang menemaninya setiap hari. Menemaninya bermain di kamar yang penuh dengan mainan yang dia inginkan.  Sampai akhirnya Kakek meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tak ada lagi sekolah seperti yang disukainya, tak ada lagi melihat dunia luar. Ibunya sibuk dengan pekerjaannya. Dirumah, dia dipercayakan kepada seorang asisten rumah tangga yang sangat menyayanginya. Tak boleh dilihat oleh orang lain tentang keadaan anak tunggalnya.  Disaat yang sangat sulit, asisten rumah tangganya harus...

Serunya Tinggal di Lombok

Tinggal di Lombok tak pernah terbayangkan sebelumnya. Meski Ibu saya asli dari pulau ini, tapi tak pernah terbayangkan akan menetap. Besar di lingkungan keluarga Bapak membuatku tak ingin beranjak. Tak ingin meninggalkan zona nyaman bersama teman-teman yang sejak kecil hingga dewasa membersamai.  Namun, ternyata Allah memberi jalan lain. Impian sederhana tentang berkecimpung di dunia literasi  saya temukan justru di Lombok. Saya yang mencari teman sefrekuensi sangat sulit sampai menikah dan masih saja belum bertemu banyak teman, akhirnya menikmati tinggal di pulau kecil ini. Bertemu dengan banyak teman pendatang yang memiliki kesamaan tujuan.  Meski beberapa perubahan membuat kenyamanan menjadi terasa berbeda, tapi masih tetap membuat betah ada disini.  Benar memang kalau slogan "Jangan ke Lombok, nanti tidak mau pulang". Saya pun merasakannya. Selain karena memang keluarga sekarang ada disini, tapi dibanding kembali ke Jawa bersama teman-teman yang banyak, saya lebi...