Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2023

Stay Cation di Lombok jadi Mudah dan Terjangkau

Tinggal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat membuatku bersyukur karena keindahan alamnya yang membuat banyak mata kagum. Menikmati ketenangan dan kealamian yang ada di pulau ini sangat menenangkan. Banyak tempat wisata yang masih alami dan bersih menyajikan harmoni alam yang menakjubkan.  Lombok sudah banyak berubah beberapa tahun terakhir ini. Saat pertama kali pindah ke pulau ini tahun 2011 rasanya pulau ini masih sangat sepi. Tidak banyak tempat wisata mudah diakses karena jalanan yang masih cukup sulit untuk dilalui. Tempat wisata pantai dan pulu kecil (gili) yang sejak lama menjadi primadona saja yang banyak dikenal. Namun, seiring berjalannya waktu, Lombok berubah sangat pesat. Tempat wisata baru yang menakjubkan banyak dipublikasikan, penginapan dibangun di banyak titik untuk bisa wisatawan menikmati pemandangan indah di seluruh penjuru Lombok.  Saya pun dulu juga tidak pernah tahu dimana saja penginapan dekat tempat wisata yang saya bisa kunjungi sampai akhirnya saya ...

Aik Bukak, Mata Air yang Sejuk di Lombok Tengah

  Weekend adalah waktu yang selalu dinanti karena ayah libur. Meski hanya sekedar keluar menikmati udara segar di sekitar rumah bersama Ayah saja sudah cukup bagi kami menghilangkan penat.  Kami menghadiri undangan pernikahan saudara di Lombok Timur kemudian menyempatkan mampir di sebuah mata air di Lombok Tengah sekembalinya ke Mataram. Awalnya kami berniat mampir ke kolam untuk berenang, tapi ternyata beberapa kolam yang kami lewati di beberapa penginapan di daerah Tete Batu, Lombok Timur, kurang menarik. Selain tempatnya terlalu panas, kolam anak yang disediakan pun terlalu kecil.  Perjalanan kami lanjutkan ke arah Mataram lewat jalur jalan kecil. Beberapa kali memang kami melihat plang Aik Bukak. Kami sudah menduga kalau ini adalah kolam berenang yang airnya bersasal dari mata air.  Lokasi Aik Bukak yang merupakan nama sebuah desa ini ada di Batukliang Utara, Lombok Tengah. Lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau. Jalan dari Jalan Utama Mataram-Lombok Timur pun t...

Belajar dari Mereka yang Kuat, Cerita Nania part 1

Beberapa bulan terakhir ini saya cukup kagum dengan salah seorang Ibu yang ternyata memiliki banyak sekali permasalahan kompleks sebagai ibu tunggal. Dia anak wali murid dari salah seorang teman sekolah anak saya. Saat ini anak kami duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Saat kelas 1, kami jarang saling tahu karena pandemi yang membuat kegiatan sekolah pun terbatas. Wali murid tidak saling kenal.  Saat kelas 2, saya kebetulan mendapat amanah sebagai perwakilan Majelis kelas untuk angkatan anak saya. Sebagai jembatan aspirasi wali murid dengan sekolah. Saat itulah, saya banyak tahu beberapa kondisi yang awalnya saya tidak tahu. Selain memang saya adalah tipe orang yang tidak terlalu mau tahu urusan orang, saya juga tipe orang yang takut dibilang Sok Kenal Sok Dekat.  Sampai akhirnya beberapa cerita sampai ke saya dan saya mulai pelajari tentang keluarga ini. Keluarga ini kehilangan sosok ayah di usia anak-anak yang masih sangat kecil. Ibu dari dua anak ini baru saja melahirkan ...

Jalan-jalan ke Desa Sedau Melihat Danau Buatan

 Weekend selalu menjadi saat yang paling dinanti oleh kami. Ayah libur, anak-anak tentu mengajak keluar sekedar untuk melihat suasana berbeda dan memberikan mereka pengalaman melihat bumi Allah SWT yang luar biasa luas. Ini baru Lombok, di luar sana Bumi Allah ini sangat luas. Kami suka memberikan banyak pengalaman kepada anak-anak untuk melihat keindahan alam dan keseimbangan yang terjadi yang Allah SWT ciptakan untuk mahkhlukNya di dunia. Kali ini ayah mengajak kami ke Wisata Alam di Desa Sedau Gunung Jae, Narmada, Kabupaten Lombok Barat.  Kami berangkat dari Pagutan, Mataram, jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit - 45 menit untuk sampai disana dengan kendaraan pribadi sesuai kondisi jalanan karena jalan utama Mataram - Lombok Timur sudah cukup padat.  Kami memilih melewati jalan alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan di jalan utama. Waktu tempuhnya pun menjadi lebih pendek. Memasuki kawasan perbukitan, kami berjalan menuju tem...

Bincang Santai tentang Kurikulum Merdeka dan Edukasi Tangkal Hoaks di Rumah Peradaban Pagutan Mataram

Alhamdulilla.... Rumah Peradaban kembali bisa mengadakan kegiatan untuk bisa meluaskan kebermanfaatan seperti tujuan Rumah Peradaban. Rumah Peradaban yang banyak diamanahkan buku wakaf ingin menjadi wadah yang menyenangkan bagi banyak orang untuk bisa bertumbuh dan membuat gelombang kebaikan terus merambat lebih besar tanpa putus.  Kali ini, kami mengadakan Bincang Santai tentang issue yang ada di dunia pendidikan. Mengapa bukan tentang Islam? Ya karena selama hidup kita adalah pembelajar, takkan pernah berhenti belajar dan dunia pendidikan adalah dunia yang sangat erat kaitannya dengan anak-anak. Dunia pendidikan nasional yang sering tidak dimengerti oleh banyak orang tua karena menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan kepada sekolah, mulai berubah sejak pandemi covid 19. Orang tua dipaksa untuk membimbing dan mendidik anak dari rumah dengan arahan guru melalui pembelajaran online membuat banyak hal berubah. Orang tua menjadi harus mengajari anak lebih banyak tentang pendidikan di...

Kelola Sampah, Sayangi Bumi (Resume Zoom SNC bersama Bunda Britania Sari)

Sampah adalah masalah yang takkan pernah habis selama masih ada kehidupan di bumi. Sampah adalah sisa yang tidak dipakai lagi oleh manusia. Sampah yang paling mudah kita lihat adalah sampah dari tubuh yang kita buang melalui kloset. Setiap orang menghasilkan sampah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin mengkhawatirkan. Bahkan sudah banyak kejadian membahayakan nyawa yang terjadi di TPA seperti kebakaran, longsor dan bahkan mencemari bumi.  Mengapa bisa demikian? Sebab sampah yang ada disana adalah sampah yang bercampur. Sampah organik, anorgaik, elektronik, medis dan banyak lagi. Hal itu yang menyebabkan senyawa berbahaya menjadi bereaksi dengan yang lain sehingga menimbulkan ledakan yang menyebabkan banyak kerugian. Selain itu, tumpukan sampah di TPA menyebabkan gas metan yang berpotensi menambah panas suhu bumi karena efek rumah kaca.  Tahun 2005 TPA di Bandung longsor dan meledak. 2 Desa tertimbun longsoran sampah. 100 o...