Ramadhan, tak jauh berda dengan tahun lalu. Masih dalam masa pandemi dan masih dalam masa yang tidak mudah bagi banyak orang. Masih berusaha untuk kembali bangkit dari segala peristiwa yang telah terjadi yang menguatkan dan menjadi pengingat. Mataram sangat terasa perbedaannya meski sudah mulai diperbolehkan untuk berjualan dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun, bagi banyak pedagang, sangat terasa perbedaannya dari yang dulu. Penjualan menurun, tapi mereka tetap bersyukur. Tak jarang harus banyak kembali, tapi mereka tetap optimis dalam membuka lapak setiap harinya. Tak ada kata menyerah dalam ikhtiar, tak ada kata putus asa, yang mereka yakin adalah rezeki sudah diatur sedemkian rupa untuk disyukuri apapun hasilnya. Nyatanya masih bisa hidup adalah sebuah karunia yang luar biasa. Ramadhan kali ini, qodarullah diberikan kesempatan untuk menemani si Ayah di Lombok Timur. Meski biasanya memang terbiasa sendiri saat di Lombok Timur, tapi puasa menjadi moment yang berbeda ...
berbagi rasa, berbagi cerita dari istri dan ibu dua anak. Semoga bermanfaat..