Hujan, angin dna panas datang silih berganti menandai musim pancaroba. Hujan terjadi tiba-tiba berbarengan dengan angin kencang. Saya dan anak-anak tidak bisa kemana-mana karena cuaca sedang tidak memungkinkan. Si Sulung bosan karena tidak bisa keluar main. Kami pun memutuskan untuk ke Lombok Timur menggunakan angkutan umum. Ayah yang sedang dinas di Lombok Timur cukup sibuk sehingga tidak bisa pulang. Biasanya, seminggu pulang dua kali kalau tidak sibuk. Kali ini akhir bulan sehingga tidak bisa pulang. Si sulung merengek ingin ke rumah Uti, orang tua saya yang ada di Lombok Timur. Kami pun baru membangun sebuah rumah kecil untuk tempat tinggal sementara di Selong. Tempat tinggal Utinya anak-anak dan rumah yang kami bangun memang tidak dekat sekali karena rumah yang kami bangun dekat dengan kantor suami di sebuah perumahan. "Bunda, ayo ke Lombok Timur." "Mau naik engkel?" "Mau." "Bilang Ayah dulu." Si Ayah memperbolehkan kami ke Lombok Timur de...
berbagi rasa, berbagi cerita dari istri dan ibu dua anak. Semoga bermanfaat..