Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2021

Weekend, Pagi dan Pantai

Seperti weekend yang lain, kami selalu berusaha memanfaatkan untuk keluar meski hanya sekedar ke pantai terdekat. Sudah lama anak-anak tidak ke pantai karena demam, batuk dan pilek. Kami beberapa minggu ini hanya di rumah saja. Hari ini pun kami akhirnya memutuskan untuk ke pantai setelah Sholat Subuh. Menyambut pagi menikmati deburan ombak pantai dengan angin pantai yang menyejukkan. Kami memilih pantai di dekat rumah saja, masih di kota Mataram. Meski tidak pasir putih ataupun airnya biru, tapi cukup untuk menikmati suasananya. Bila ingin melihat pantai yang lebih bagus, kami pun bisa ke deretan Pantai Senggigi yang sedikit lebih jauh. Hanya sekitar 30 menit dari rumah atau di deretan Pantai Lombok Selatan Kawasan Kuta Mandalika yang sedang dibangun sircuit MOTO GP memang pantainya sangat indah. Takkan bisa mendapatkan sunrise kalau harus ke pantai yang jauh karena bawa dua anak dan saya harus membawa bekal makanan dari rumah. Begini ternyata punya anak ya, emak harus sedia bekal...

Di Lombok ada Wildlife

 Minggu yang sudah lama dinantikan. Kami memutuskan mengajak anak-anak untuk berkunjung ke sebuah kebun binatang yang ada di Pulau Lombok yaitu Lombok Wildlife yang berada di Kabupaten Lombok Utara. Meski sudah lama ada, tapi kami belum tertarik kesana karena kata beberapa teman yang sudah kesana, binatangnya belum banyak. Malah, yang pertama kali ada hanya gajah dan burung. Tiket masuknya pun saat itu cukup mahal yaitu Rp 100.000,-/orang kecuali anak-anak dibawah 2 tahun.  Sejak pandemi, banyak tempat wisata yang akhirnya harus banting harga agar tetap ada pengunjung. Selain itu, protokol kesehatan pun tetap diperketat agar tidak terjadi cluster baru penyebaran covid-19. Beberapa bulan yang lalu setelah dibuka kembali saat pandemi, mereka sempat mengadakan promo tiket Rp 50.000,-/orang hanya satu bulan. Kami belum sempat kesana karena si Ayah sibuk sekali. Kali ini, kami pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan promo tiga bulan ke depan. Sebelum si Ayah kembali sibuk dan gagal t...

Cerita Menyapih dan Lepas Diapers Mbak Nada dan Adek Melody

Minggu ini, ada banyak kejadian yang membuatku merasa kalau menjadi ibu itu memang harus siap dengan berbagai macam konsekuensi yang tak terduga. Benar kalau menjadi ibu memang harus siap mental dan siap emosi. Banyak sekali hal tak terduga yang menyulut emosi kalau tidak dilihat dari sisi yang lain. Awal tahun ini kuawali memulai resolusi minim sampah dengan melepas ketergantungan diapers bagi si bungsu yang sudah berumur 2 tahun 4 bulan. Dulu si sulung 2 tahun sudah bisa lepas diapers langsung bahkan saat tidur siang sampai beberapa kali mengompol. Si bungsu saya coba dengan cara yang berbeda dari mulai menyapih ASI hingga melepas diapers. Beda karakter anak, beda perlakuan, beda usia ibu, beda kesibukan ibu dan beda emosi ibu adalah faktor yang mempengaruhi bagaimana pengambilan keputusannya. Saat si Mbak, umur dua tahun kurang sebulan sudah lepas ASI dan pas umur 2 tahun lepas diapers tepat saat kami memutuskan untuk mandiri. Sebelumnya kami tinggal di rumah orang tua dari Ayahnya ...

32 ku, Reseolusi Anggaran Keuangan dan Mulai Minim Sampah

Berkurang jatah umur bukan berarti sesuatu yang istimewa di keluarga kami. Kami tak pernah memiliki ritual  merayakan hari ulang tahun, tapi kami menjadikannya moment untuk muhasabah. Sudah melakukan apa di tahun sebelumnya? Seharusnya ada yang berubah tahun ini. Saya pun masih mengevaluasi diri dan akan berusaha berubah. Ada banyak yang ingin saya capai di tahun ini, diantaranya adalah memiliki system budgeting atau anggaran rumah tangga yang lebih jelas, bisa masuk seleksi ELTA dan mulai menerapkan pola hidup minim sampah. Meski masih ada beberapa yang ingin saya perbaiki di tahun ini, tapi ini tiga hal yang menurut saya berada di prioritas yang harus memulai dengan semangat yang kuat.  Tahun sebelumnya, saya sudah mencoba membuat anggaran, tapi ternyata saya sendiri kurang bisa mematuhinya dan tidak mencatatnya. Inilah kesalahan terbesar saya hingga usaha mainan dan buku yang saya jalani tak terlihat harsilnya disamping kos-kosan yang sudah sebelumnya saya pegang dan memang...