Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Still survive

Menjadi seorang ibu yang paling harus disiapkan adalan mental. Banyak wanita bisa mengandung dan melahirkan, tapi tidak semua bisa menjadi seorang ibu. Ibu bukan hanya sekedar seseorang yang memiliki seorang anak. Ibu adalah pelindung, pendidik, pendamping, penyeimbang, pembimbing, dan pemberi contoh. Ibu lebih dari sekedar yang merawat dan membesarkan seorang bayi, tapi ibu adalah pembentuk karakter dan masa depan si buah hati. Tanggumg jawab sebagai ibu bukan hanya pada si buah hati. Namun juga pada Yang Maha Pencipta yang menitipkan makhlukNya sebagai amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di akhirat. Maka memiliki buah hati bukan sekedar menjadi teman hidup tapi juga sebagai sebuah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Meski menjadi ibu yang baik itu relatif,setidaknya kita bisa berusaha untuk selalu belajar menjadi yang lebih baik. Saat si kecil sakit, ibu seperti merasakan sakit yang sama. Bahkan lebih sedih darinya. Ibu akan melakukan segala cara untuk menyembuhkan...

This is Me

Keadaan sudah banyak berubah. Tak lagi seperti dulu yang bisa menargetkan semuanya tanpa banyak pertimbangan. Kini, apapun yang akan kulakukan harus dengan lebih banyak pertimbangan karena ada yang bergantung padaku sebagai kewajiban sebagai umatNya yang hidup berpasang-pasangan dalam sebuah keluarga. Yah, sebagai istri dan ibu, aku sudah tak bisa lagi egois memikirkan diriku sendiri dalam menggapai cita. Aku harus memikirkan masa depan putri kecilku dan keluarga kecilku bersama suami. Meski pesimis untuk bisa melanjutkan pasca sarjana, tapi aku masih sangat ingin mewujudkannya. Bagi sebagian orang, melanjutkan pasca sarjana adalah hal yang mudah, tapi bagiku ini tak mudah. Aku harus mempertimbangkan masalah biaya dan memikirkan adik bungsuku yang masih sekolah ketika itu. Ingin membantu membiayai sekolahnya dan meringankan beban kedua orang tuaku karena sebuah peristiwa yang membuat kami tak lagi tinggal di Ambarawa. Aku nggak bisa egois. Setelah dua tahun, cita itu kembali muncul d...